Moneter.id – Keterbatasan fisik bukanlah hambatan
bagi orang yang memiliki jiwa kreatif yang kuat. Lazimnya, kedua tangan memang
menjadi modal utama pembatik, namun Ayu Handayani hanya bisa mengandalkan kedua
kakinya untuk proses kreatif membatik.
Maklum, perempuan berusia 27 tahun warga RT 01 RW 01 Desa
Sawahan, Kecamatan Ngemplak Boyolali, tersebut tidak memiliki tangan sempurna.
Oleh karena itu, ia mengandalkan kedua kakinya untuk membatik.
“Dengan hanya memiliki dua kaki, saya masih bisa
berkarya dengan membuat batik tulis yang banyak diminati masyarakat,”
katanya di Boyolali dilansir Antara,
Kamis (16/8).
Berawal dari hobi belajar membatik saat sekolah sejak di SMP
di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surakarta, hingga kini ia terus
menekuni usaha membatik sebagai usaha bisnis yang dapat menghasilkan pendapatan
untuk keluarga.
Meskipun dirinya kondisi kedua tanganya tidak sempurna, Ayu
tetap semangat berkarya. Dengan kedua kakinya, ia menciptakan batik sejak mulai
menggambar corak di sebuah kain putih, memberikan bahan batik malam, memberikan
warna, hingga siap dipasarkan.
“Saya bisa mandiri tidak menggantungkan orang lain. Saya
membatik dengan kaki, tetapi hasilnya dapat dinikmati orang banyak,” kata
Ayu memberikan semangat warga difabel lainnya untuk berkarya.
Ayu mengatakan membuat batik tulis produksinya ini, bisa
selama tiga hingga empat hari per lembar atau ukuran 2 meter atau tergantung
tingkat kerumitan corak batik. Corak batik yang dibuat antara lain kate mas,
sejatik ati, sekar katya, dan lainnya.
Menurut dia, harga batik tulis yang diproduksi dijual antara
Rp2 juta hingga Rp15 juta per lembar, tergantung kualitas dan kerumitan corak
batik. Pemasaran batik melalui pameran-pameran dan dan daring.
“Saya sekolah di YPAC sejak SD, kemudian SMP dan
melanjutkan SMA yang lulus 2012. Awalnya memang kesulitan untuk membatik,
tetapi lama-lama biasa dan kini hasilnya lumayan untuk memenihi kebutuhan
keluarga,” kata Ayu
Ayu yang pernah ikut pameran tingkat nasional di Jakarta
Covention Center (JCC) 2012. Dia menjadi pusat perhatian pengunjung yang kagum
dengan teknik membatik menggunakan kaki kanannya.
“Saya memang mempratikkan membatik dengan kaki. Kala
itu, Presiden juga mengunjungi stan dan berpesan agar (saya) jangan menyerah,
terus berkarya,” kata Ayu.
(HAP)




