PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memperkuat komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui program Beasiswa Bakti BCA 2027. Program ini menyasar mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai memiliki potensi akademik maupun non-akademik untuk berkembang menjadi talenta unggul.
Pendaftaran Beasiswa Bakti BCA 2027 resmi dibuka mulai 3 Agustus hingga 30 September 2026. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa program Sarjana (S1) non-vokasi di PTN di Indonesia yang tengah menempuh semester tiga saat masa pendaftaran.
Langkah BCA ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM tidak hanya menjadi agenda pemerintah dan institusi pendidikan, tetapi juga mulai menjadi bagian penting dari kontribusi sektor swasta dalam membangun fondasi ekonomi jangka panjang. Pasalnya, kualitas tenaga kerja menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, Beasiswa Bakti BCA dirancang bukan sekadar memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan pengembangan diri.
“BCA meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berperan penting pada kemajuan bangsa. Harapannya, para penerima Beasiswa Bakti BCA yang disebut ‘Bakti Champions’ tidak hanya mampu menyelesaikan studi dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi adaptif, berintegritas, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujar Antonius.
Dalam program Beasiswa Bakti BCA 2027, peserta yang terpilih akan mendapatkan dukungan dana pendidikan berupa uang saku dan bantuan biaya kuliah. Tak berhenti pada bantuan finansial, BCA juga memberikan rangkaian pembekalan yang mencakup transformational program, national summit, company visit, serta edukasi literasi keuangan.
Penerima beasiswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program “Bakti Champions Movement”. Setelah menyelesaikan program, para penerima akan menjadi bagian dari jaringan alumni Beasiswa Bakti BCA.
Untuk dapat mendaftar, mahasiswa harus merupakan Warga Negara Indonesia dan belum menikah, berusia maksimal 21 tahun per 31 Desember 2026, serta berstatus sebagai mahasiswa aktif S1 non-vokasi di PTN dan sedang menempuh semester tiga ketika mendaftar.
Selain itu, peserta tidak diperbolehkan sedang menerima beasiswa dari pihak lain. BCA juga mensyaratkan adanya kepedulian sosial dan komitmen terhadap pendidikan, pengalaman aktif dalam organisasi atau kepanitiaan, serta tidak sedang bekerja penuh waktu maupun terikat dinas dengan instansi lain.
Program Beasiswa Bakti BCA 2027 memiliki tiga kategori penerima, yakni Bantuan Finansial, Prestasi Akademis, dan Prestasi Non-Akademis. Pembagian kategori tersebut membuka ruang bagi mahasiswa dengan latar belakang dan kekuatan yang berbeda untuk memperoleh dukungan sesuai dengan potensi masing-masing.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, program tersebut diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar capaian akademik.
“Melalui Beasiswa Bakti BCA, kami ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk terus mengembangkan diri, baik secara akademik maupun non-akademik, sehingga mereka dapat mengoptimalkan talentanya, dan siap menyongsong masa depan dengan banyak bekal serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” kata Hera.
Bagi BCA, investasi pada pendidikan menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan dampak yang lebih luas di masyarakat. Dukungan terhadap mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk membantu keberlangsungan studi, tetapi juga membentuk talenta yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan adaptasi, literasi keuangan, serta kepedulian sosial.
Dengan demikian, Beasiswa Bakti BCA 2027 menempatkan pendidikan sebagai instrumen investasi SDM sekaligus bagian dari upaya sektor swasta memperkuat kualitas generasi produktif Indonesia. Di tengah kebutuhan ekonomi terhadap tenaga kerja yang semakin adaptif, penguatan kapasitas mahasiswa menjadi modal penting untuk menopang daya saing Indonesia dalam jangka panjang.




