Moneter.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan jumlah investor di
wilayah Soloraya masih minim karena sebagian warga belum melek pasar modal.
“Hanya sekitar 0,1% dari jumlah penduduk di Soloraya
ini atau sebanyak 20.545 investor,” kata Kepala BEI Surakarta M. Wira
Adibrata di Solo, Minggu (26/8).
Wira mengatakan dengan capaian tersebut artinya masyarakat di wilayah Soloraya
belum memperoleh edukasi secara merata terkait dengan pasar modal sehingga
belum banyak yang memanfaatkan sektor ini untuk berinvestasi.
Secara rincian, kata dia, di wilayah tersebut untuk tingkat literasi terhadap
pasar modal yang paling tinggi di Kota Solo. Berdasarkan data, jumlah investor
di kota tersebut 6.992 investor.
Wilayah lain, kata dia, Kabupaten Boyolali 1.114 investor, Karanganyar 2.010
investor, Klaten 3.189 investor, Sukoharjo 5.174 investor, dan Wonogiri
1.182. “Sedangkan untuk Sragen yang paling rendah, yaitu sebanyak 883
investor,” katanya.
Menurutnya, saat ini pihaknya berupaya terus meningkatkan sosialisasi hampir di
semua kalangan, di antaranya mahasiswa, pekerja dan ibu rumah tangga di wilayah
Sragen. “Dengan begitu harapannya masyarakat bisa berpartisipasi
dalam kegiatan pasar modal di Sragen, selanjutnya jumlah investor akan meningkat,”
ucap Wira.
(HAP)




