Minggu, Maret 1, 2026

BI sebut utang luar negeri Indonesia sebesar 407,3 miliar dolar AS pada Mei 2024

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada
Mei 2024 tercatat sebesar 407,3 miliar dolar AS. Angka ini meningkat sebesar
1,8 persen secara year on year (yoy), setelah mengalami kontraksi pertumbuhan
sebesar 1,5 persen (yoy) pada April 2024.

“Perkembangan
ini bersumber dari ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral,
serta sektor swasta,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono
di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Kata Erwin, struktur ULN Indonesia tetap
sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal
itu tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
yang tercatat sebesar 29,8 persen, serta didominasi oleh ULN jangka panjang
dengan pangsa mencapai 85,9 persen dari total ULN.

“ULN pemerintah tetap
terjaga pada Mei 2024 yang tercatat sebesar 191 miliar dolar AS, atau secara
tahunan mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8 persen (yoy), setelah pada
April 2024 terkontraksi sebesar 2,6 persen (yoy),” ucap Erwin.

Perkembangan ULN tersebut terutama
dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga
Negara (SBN) internasional dan domestik, seiring dengan sentimen positif
kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Pemerintah
berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran
pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara
prudensial, terukur, oportunistik, dan fleksibel untuk mendapatkan pembiayaan
yang paling efisien dan optimal.

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen
pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan
sektor produktif dan prioritas yang di antaranya mencakup sektor jasa kesehatan
dan kegiatan sosial (21 persen dari total ULN pemerintah); administrasi
pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7 persen); jasa 0endidikan
(16,8 persen); konstruksi (13,6 persen); serta jasa keuangan dan asuransi (9,5
persen).

Posisi ULN pemerintah
relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka
panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

Selain itu, ULN swasta juga tetap terjaga
pada Mei 2024 dan tercatat sebesar 197,6 miliar dolar AS, atau secara tahunan
mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,4 persen (yoy), melanjutkan kontraksi
pada April 2024 sebesar 2,8 persen (yoy).

Perkembangan ULN itu terutama bersumber dari
lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 2,6 persen
(yoy). Sementara itu, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial
corporations) tumbuh sebesar 0,1 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta
terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi;
pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa
mencapai 78,9 persen dari total ULN swasta. ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN
jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1 persen terhadap total ULN swasta.

Kemudian, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap
sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam
pemantauan perkembangan ULN.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk
menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang
berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat
memengaruhi stabilitas perekonomian






- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img