Senin, Juli 6, 2026

Biaya Kesehatan Naik, Prospek Asuransi Indonesia Masih Tumbuh di Atas Laju Ekonomi

Must Read

Industri asuransi Indonesia diproyeksikan tetap mencatat pertumbuhan yang solid dalam satu dekade mendatang. Rendahnya tingkat penetrasi asuransi, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial dan melonjaknya biaya layanan kesehatan, menjadi ruang ekspansi yang masih sangat besar bagi pelaku industri.

Laporan Global Insurance Report 2026 dari Allianz Research memperkirakan pasar asuransi Indonesia akan tumbuh rata-rata 8,2% per tahun hingga 2036. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia yang diperkirakan mencapai 7,6%.

Pada 2025, industri asuransi nasional telah membukukan pertumbuhan premi sebesar 11% dengan nilai mencapai 15,8 miliar euro. Kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa, kesehatan, maupun aset di tengah berbagai risiko ekonomi yang terus berkembang.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, mengatakan tingkat penetrasi asuransi Indonesia yang baru mencapai 1,3% terhadap PDB menunjukkan masih besarnya potensi pasar yang belum tergarap.

“Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset. Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi bagi lebih banyak masyarakat,” ujar Alexander Grenz.

Ia menambahkan, tantangan terbesar ke depan adalah menjaga keberlanjutan premi asuransi kesehatan di tengah kenaikan biaya layanan medis. Menurutnya, akses terhadap perlindungan kesehatan harus tetap terjangkau agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Seiring dengan terus meningkatnya biaya layanan kesehatan, menjaga premi asuransi kesehatan agar tetap berkelanjutan dan terjangkau menjadi semakin penting untuk memastikan akses jangka panjang terhadap perlindungan yang berkualitas. Melalui pendekatan ONE Allianz, Allianz Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi perlindungan yang relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia,” katanya.

Secara global, Allianz Research memproyeksikan industri asuransi tumbuh rata-rata 5,3% per tahun hingga 2036. Segmen asuransi kesehatan diperkirakan menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan global 6,7% per tahun, sedangkan di Indonesia diproyeksikan mencapai 12,9%. Adapun asuransi jiwa diperkirakan tumbuh 7,9% per tahun dan asuransi kerugian sekitar 7,3%.

Laporan tersebut juga memperkirakan pusat pertumbuhan industri asuransi dunia akan semakin bergeser ke Asia. Kawasan ini diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar tambahan premi global, didorong oleh meningkatnya kebutuhan proteksi, perubahan demografi, dan pertumbuhan kelas menengah.

Chief Economist sekaligus Chief Investment Officer Allianz, Ludovic Subran, mengatakan fragmentasi geopolitik telah mengubah lanskap industri asuransi global sehingga perusahaan dituntut lebih adaptif terhadap berbagai risiko baru.

“Fragmentasi geopolitik membalik banyak asumsi yang selama beberapa dekade telah membentuk perekonomian global. Seiring perdagangan, arus modal, dan regulasi yang semakin terfragmentasi, ketahanan kini menggantikan efisiensi sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan,” ujar Ludovic Subran.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat industri asuransi memegang peran yang semakin penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. “Yang dipertaruhkan bukan hal kecil, melainkan peran strategis asuransi: tidak hanya sebagai mekanisme transfer risiko, tetapi juga sebagai pendorong penting bagi investasi, inovasi, dan kepercayaan ekonomi.” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lazada Klaim Penjualan TV Samsung Melonjak Tiga Digit saat Kampanye 6.6

Persaingan di industri e-commerce tak lagi sekadar soal menjadi kanal penjualan bagi merek. Di tengah perlambatan daya beli dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img