PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendukung penguatan literasi dan inklusi investasi melalui rangkaian Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) Program PINTAR (Program Investasi Terencana dan Berkala) Reksa Dana di Yogyakarta pada 8–9 Oktober 2026.
Mengusung tema “Dari Paham Jadi Pilihan, Tumbuh & Berkah Bersama”, kegiatan yang diselenggarakan oleh OJK bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai reksa dana syariah, akses terhadap produk investasi, dan pentingnya perlindungan investor.
Yogyakarta menjadi kota pertama dalam rangkaian SOSEDU Reksa Dana Syariah semester kedua 2026. Program ini direncanakan menjangkau lima kota, yakni Yogyakarta, Cirebon, Kendari, Palembang, dan Balikpapan, sebelum ditutup di Jakarta.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Eko Yunianto selaku Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah Single Investor Identification (SID) reksa dana di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 375.672 SID pada Agustus 2026. Jumlah tersebut tumbuh 40,16% secara tahunan (year-on-year), bertambah 107.632 SID dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 268.050 SID.
“Perkembangan jumlah investor reksa dana secara nasional dan di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap instrumen investasi ini. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu tanda bahwa optimisme reksa dana mulai dipertimbangkan sebagai alternatif instrumen investasi, khususnya bagi masyarakat di DIY,” ujar Eko Yunianto disiaran persnya, Senin (12/10/2026).
Pertumbuhan investor reksa dana di DIY tersebut berlangsung di tengah perluasan partisipasi masyarakat di Pasar Modal nasional. OJK mencatat jumlah investor Pasar Modal Indonesia mencapai 32,17 juta pada akhir September 2026, meningkat lebih dari 50% secara year-to-date. Pada bulan yang sama, terdapat penambahan 1,03 juta investor baru.
Angka tersebut menggambarkan besarnya peluang untuk memperluas akses investasi sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai produk, risiko, dan pengambilan keputusan keuangan yang bertanggung jawab.
Sebagai mitra pendukung Program PINTAR Reksa Dana, Bibit berpartisipasi dalam rangkaian edukasi yang menyasar wartawan, mahasiswa, komunitas, dan pelajar. Pada 8 Oktober 2026, kegiatan di Kantor OJK DIY mencakup edukasi kepada wartawan. Pada 9 Oktober 2026, sosialisasi dilanjutkan kepada mahasiswa dan komunitas, sementara rangkaian program juga mencakup edukasi kepada pelajar sekolah.
Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah investor perlu diiringi peningkatan pemahaman agar masyarakat dapat berinvestasi sesuai tujuan keuangan dan profil risikonya.
“Pertumbuhan jumlah investor Pasar Modal merupakan momentum penting untuk memperluas partisipasi masyarakat. Namun, inklusi tidak berhenti pada kemudahan membuka akses investasi. Masyarakat juga perlu memahami produk yang dipilih, risiko yang menyertainya, dan bagaimana investasi tersebut dapat mendukung tujuan keuangan mereka,” ujar William.
Menurut William, edukasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital dapat saling melengkapi dalam memperluas akses masyarakat terhadap investasi. Kebiasaan investasi rutin juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun disiplin keuangan, selama dilakukan dengan perencanaan yang matang dan sesuai kemampuan masing-masing.
“Melalui partisipasi dalam Program PINTAR Reksa Dana, Bibit ingin berkontribusi memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi, termasuk reksa dana syariah. Kami percaya bahwa investasi sebaiknya dimulai dari pemahaman yang baik, tujuan yang jelas, dan kebiasaan yang konsisten. Teknologi dapat mempermudah akses, tetapi keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada kebutuhan dan profil risiko masing-masing investor,” tambahnya.
Sebagai informasi, Bibit.id merupakan pelopor utama program PINTAR Reksa Dana. Sejak beberapa tahun lalu, Bibit telah memperkenalkan metode Systematic Investment Plan (SIP) atau nabung rutin kepada masyarakat, yang menekankan pentingnya disiplin investasi tanpa modal besar.
Strategi ini menggabungkan strategi the Power of Compounding dan Dollar Cost Averaging (DCA) yang menganjurkan investor menyetor uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan (goals), secara autodebet.
Dengan begitu, investor reksa dana bakal semakin disiplin, konsisten, dan mendapat manfaat investasi jangka panjang yang berpotensi membuat dana berkembang secara eksponensial dari waktu ke waktu. Melalui pengaturan jadwal otomatis, masyarakat dapat terhindar dari godaan untuk mencairkan aset investasi mereka sebelum tujuan keuangan tersebut benar-benar tercapai.




