Selasa, Mei 12, 2026

Bintang Fast and Furious Sung Kang Jelajahi Jakarta Melalui Kegiatan ‘Night Drive’

Must Read

Kementerian Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memfasilitasi kunjungan aktor dan sineas internasional, Sung Kang untuk menjelajahi Jakarta melalui kegiatan “Night Drive”. Bintang Fast and Furious ini mengunjungi sejumlah titik ikonik seperti Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian promosi Jakarta menuju 5 Abad sekaligus memperluas eksposur industri kreatif Indonesia di level internasional. Kunjungan Sung Kang juga menjadi momentum membuka peluang kerja sama antara pegiat ekonomi kreatif nasional dengan jaringan global.

“Singkat kata, Ekraf adalah matchmaking agency atau biro jodoh, karena dengan jodoh yang benar atau jodohnya tepat itu bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” jelas Wamen Ekraf, Irene Umar saat menemani kunjungan di Jakarta, Senin (11/5) malam.

Irene Umar menambahkan, keterlibatan figur global seperti Sung Kang diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif yang relevan di tingkat internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam menjembatani kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri melalui pendekatan hexahelix, sehingga tercipta nilai tambah yang nyata bagi ekosistem kreatif nasional,” tambahnya.

Kehadiran Sung Kang juga berkaitan dengan proyek film baru yang disutradarai sekaligus dibintanginya berjudul Drifter. Film tersebut mengangkat kisah seorang petugas lintasan balap di kota gurun terpencil yang memiliki bakat drifting, namun dihantui masa lalu kelam.

Dalam ceritanya, tokoh utama mendapatkan satu kesempatan untuk berkompetisi di ajang drifting profesional. Ia menyadari bahwa kemampuan teknis semata tidak cukup tanpa kepercayaan dan koneksi dengan orang lain.

Di bawah bimbingan seorang mentor, ia belajar membangun kepercayaan dan mengubah bakatnya menjadi kolaborasi yang utuh, atau berisiko terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kerugian Rp6 Triliun dan 274.000 Laporan Penipuan, Ancaman Deepfake Kian Mengkhawatirkan

Indonesia mencatat 274.000 laporan penipuan keuangan dengan total kerugian masyarakat melebihi Rp6 triliun sepanjang akhir 2024 hingga 2025, sebagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img