Rabu, Januari 14, 2026

Bitcoin Sideways di $90.000 Menanti Data CPI & PPI

Must Read

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) naik +0,70% bergerak di $91.280 (IDR 1.535.164.099). Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,15%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto menguat +0,60% ke level $3,08 triliun.

Bitcoin (BTC) cenderung stagnan di sekitar level psikologis $90.000, menutup pekan penuh pertama di awal tahun tanpa arah yang jelas. Setelah sempat menguat hingga mendekati $94.800 pada awal pekan lalu, harga kembali terkoreksi dan saat ini bergerak di kisaran $90.453.

“Area $94.000 masih menjadi resistance kuat yang belum berhasil ditembus sejak tekanan jual besar pada Oktober 2025,” kata Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, Senin (12/1/2026).

Dari sisi institusional, aliran dana Bitcoin Spot ETF berbalik tajam ke zona negatif. Pada pekan yang berakhir 9 Januari 2026, tercatat net outflow sebesar US$681,01 juta, membalikkan posisi net inflow pekan sebelumnya. Tekanan jual terjadi selama empat hari berturut-turut, dengan puncak arus keluar pada 7–9 Januari. Kondisi ini sekaligus menghapus momentum inflow besar yang sempat terbentuk di awal Januari, menandakan meningkatnya sikap risk-off investor menjelang agenda makro penting.

Fokus pasar kini beralih ke sejumlah katalis utama pekan ini. Pada Selasa, 13 Januari, rilis data inflasi AS (US CPI) dengan ekspektasi tahunan 2,7% akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga The Fed. Selanjutnya, Rabu, 14 Januari, pasar akan mencermati putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump serta rilis US Producer Price Index (PPI) sebagai indikator tekanan harga dari sisi produsen.

Di luar faktor ekonomi, sentimen politik turut menjadi perhatian, terutama dengan potensi pemungutan suara RUU Struktur Pasar Aset Kripto di Senat AS pada pekan depan. Kombinasi faktor makro, arus dana ETF, dan perkembangan regulasi ini berpotensi mendorong volatilitas lebih tinggi pada Bitcoin dan aset kripto secara keseluruhan dalam waktu dekat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img