Kamis, Januari 15, 2026

BJ Habibie: Prof Sutan Muhammad Zain adalah Pelopor Bahasa Indonesia

Must Read

Moneter.co.id – Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengagumi sosok
mendiang Prof Sutan Muhammad Zain sebagai pelopor Bahasa Indonesia.
 

“Dia adalah pelopor dari Bahasa Indonesia,” kata Habibie, Sabtu (14/10).

Habibie sempat bertemu dengan mendiang saat berkunjung
ke tempat tinggal Sutan Zairin Zain yang merupakan anak sulung dari Sutan
Muhammad Zain. Saat itu, Zairin Zain menjabat sebagai duta besar Indonesia
untuk Jerman. 

“Saya diundang oleh Zairin Zain untuk tinggal
di rumahnya, di situ ada almarhum (Sutan Muhammad Zain), beliau sedang
mempersiapkan bukunya tentang Sriwijaya,” ujarnya.

Habibie mengatakan publik dapat belajar dari kegigihan
dan kerja keras Sutan Muhammad Zain untuk bisa meningkatkan kualitas
kehidupannya tanpa bergantung pada orang lain. 
“Sutan Muhammad Zain banyak
memberikan kontribusi pada cikal bakal bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa
Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Habibie memandang Sutan Muhammad Zain
sebagai pahlawan atau pejuang yang juga berperan pada terwujudnya kemerdekaan
RI lewat karyanya mendidik bangsa.

“Tidak ada Sumpah Pemuda kalau tidak ada
perjuangan mereka (para pejuang termasuk Sutan Muhammad Zain). Tidak ada
Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945 kalau tidak mereka ini,” tegasnya

Karena untuk memproklamirkan diri sebagai suatu
bangsa yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, lanjut Habibie, ada tiga
kriteria yang harus dipenuhi yaitu bahasa, nilai-nilai yang sama yang
ditentukan oleh sinergi positif antara agama dan budaya, serta keinginan
politik yang satu suara dari seluruh bangsa Indonesia untuk merdeka dari
penjajahan.

“Kita memiliki dunia seperti dunia indonesia
dan kita kehendaki untuk meneruskan perjuangan dari nenek moyang kita seperti
Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit untuk meningkatkan kualitas kehidupan
atau peradaban,” katanya.

Dia menuturkan masyarakat Indonesia masing-masing
memiliki budaya dan perilaku sendiri yang sangat pluralistik tapi dapat diikat
menjadi satu kesatuan oleh bahasa.

Menurutnya, dengan bahasa Indonesia, masyarakat
majemuk Indonesia dapat saling berkomunikasi dan menulis berbagai tulisan
seperti artikel tentang politik, ilmu pengetahuan, rekonstruksi pesawat terbang
dan kedokteran. 
“Bahasa itu yang memungkinkan kita walaupun
pluralistik bisa memberikan informasi dan menerima informasi,” ujar Habibie.

Habibie akan berusaha menyampaikan kepada
Presiden Joko Widodo di suatu kesempatan untuk menjadikan Sutan Muhammad Zain
sebagai sosok pahlawan nasional yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia. 
“Beliau ini yang memberikan batu-batu (dasar)
supaya kita bisa berkembang,” tuturnya. 

Ketika Jepang menjajah di bumi Indonesia, Sutan
Muhammad Zain mulai menulis buku tentang gramatika bahasa Melayu. Buku inilah
yang menjadi dasar gramtika bahasa Indonesia yaitu buku “Djalan Bahasa
Indonesia” dan “Kamus Modern Bahasa Indonesia”. Kedua buku
tersebut hanya sebagian kecil dari karya Sutan Muhammad Zain.

Setelah selesai menjadi Dekan di Universitas
Nasional pada 1956, Sutan Muhammad Zain menyusul anak sulungnya Zairin Zain di
Jerman. Di tempat itu, dia leluasa melakukan penelitian tentang Sriwijaya
dengan rinci.

Buku “Sriwijaya dan Kerajaan-kerajaan di Sumatra
Era Klasik” menampilkan pendapat bahwa Sriwijaya pernah mengalahkan dan
menguasai Semenanjung Malaysia, Thailand, Filipina, Sailan dan Jawa.

Wati Zain yang adalah cucu dari Sutan Muhammad
Zain memandang kakeknya itu sebagai sosok teladan tiada henti belajar dan
mencintai pengetahuan sepanjang hayat. 
“Beliau banyak menulis dan menerbitkan buku
khususnya tentang Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Habibie berharap buku “Sriwijaya dan
Kerajaan-kerajaan di Sumatra Era Klasik” dapat menjadi bahan informasi
untuk meneliti dan menggali lebih dalam lagi terkait Kerajaan Sriwijaya di masa
lalu.

“Harapan kami agar kedua karya ini
(“Kenangan Peralihan Masa” dan “Sriwijaya dan Kerajaan-kerajaan
di Sumatra Era Klasik”) dapat berguna bagi pelajar, mahasiswa, dan pihak
terkait lainnya,” pungkas Habibie.



(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img