PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block, memperkuat efisiensi operasional melalui pemanfaatan energi surya dan penggunaan peralatan listrik di fasilitas produksinya. Langkah ini dilakukan di tengah ekspansi bisnis perseroan yang mencatat pertumbuhan pendapatan dan lonjakan laba bersih pada semester I-2026.
BLES telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 4.362 kilowatt-peak (kWp). Selain memanfaatkan energi matahari untuk mendukung kebutuhan listrik pabrik, perseroan mengoperasikan 48 unit forklift listrik dan satu unit loader listrik untuk menunjang aktivitas produksi.
Pemanfaatan kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mengoptimalkan penggunaan energi dan sumber daya di tengah skala produksi yang mencapai sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Dengan kapasitas tersebut, efisiensi operasional menjadi salah satu faktor penting bagi BLES dalam menjaga produktivitas dan daya saing di industri bata ringan nasional.
Direktur Produksi PT Superior Prima Sukses Tbk Hendra Widodo mengatakan, perusahaan terus mengevaluasi peluang peningkatan efisiensi melalui penggunaan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
“Sebagai perusahaan manufaktur, kami terus mengevaluasi berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Pemanfaatan panel surya dan forklift listrik merupakan bagian dari upaya tersebut, sekaligus mencerminkan komitmen kami untuk mengembangkan operasional yang semakin efisien dan memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Hendra.
Menurut dia, BLES akan terus mengkaji penerapan teknologi yang relevan dengan kebutuhan fasilitas produksi dan strategi pertumbuhan perusahaan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keseimbangan antara peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan perhatian terhadap aspek lingkungan.
Upaya efisiensi ini berjalan beriringan dengan penguatan kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, BLES membukukan pendapatan Rp848 miliar, meningkat 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp636,2 miliar.
Lebih signifikan lagi, laba bersih BLES melonjak menjadi Rp147,1 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp8,1 miliar pada semester I-2025. Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan profitabilitas perseroan di tengah pertumbuhan bisnisnya.
Kendati demikian, dampak finansial dari penggunaan PLTS dan peralatan listrik terhadap biaya operasional belum dirinci oleh perseroan. Besaran penghematan energi maupun kontribusi inisiatif tersebut terhadap margin laba juga belum diungkapkan. Dengan demikian, efektivitas investasi teknologi tersebut masih perlu dilihat dari realisasi efisiensi biaya dan kinerja operasional dalam periode berikutnya.
Ke depan, BLES menyatakan akan terus mengevaluasi peluang optimalisasi sumber daya dan penerapan teknologi di fasilitas produksi. Perseroan berupaya mengintegrasikan efisiensi operasional dan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang.
“Melalui merek Blesscon dan Superiore Block, BLES berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya di industri bata ringan Indonesia dengan mengedepankan pengembangan operasional yang efisien dan berkelanjutan,” tutup Hendra.




