Senin, Maret 2, 2026

BPD salurkan PEN Rp36,33 triliun, Ketua Asbanda: Harus bangga

Must Read

Moneter.id
Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah menyalurkan kredit
terkait program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp 36,33 triliun
sampai akhir 2020. Terlepas dari peran itu, masih banyak pekerjaan rumah bagi
BPD memastikan keberlangsungan bisnisnya di masa mendatang.

Berdasarkan data Asbanda tertulis total
kredit terkait program PEN itu terbagi atas dua segmen, Kredit sebesar Rp 28,13
triliun atau mencakup 77% disalurkan kepada segmen non-UMKM.

Sedangkan UMKM mendapat jatah sebesar
23% atau senilai Rp 8,21 triliun. Tiga kreditur penyalur terbesar adalah Bank
Jateng, Bank Jatim, dan BJB.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Bank
Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, BPD
harus bangga atas kontribusinya mendukung program PEN. Apalagi pencapaian
kinerja sepanjang 2020 juga nilainya cukup bagus. 
Baca juga: Asbanda: Ada tiga tantangan yang harus dihadapi BPD

“Peran BPD dalam program
pemulihan ekonomi nasional, ada 21 BPD yang mendapat kepercayaan pemerintah
untuk mengelola program penempatan uang negara (PUN). BPD secara total telah
memperoleh 16,2 triliun, dengan serapan atau leverage sebesar 2,2
kali atau penyaluran kredit sebesar Rp 36,33 triliun,” kata Supriyatno,
Rabu (31/3).

Sementara itu, Supriyatno juga
menjelaskan capaian lain dari 27 BPD yang layak untuk diapresiasi. Sebut saja
pertumbuhan kredit sepanjang 2020 sebesar 5,09% secara year on year (yoy)
menjadi Rp Rp 493,4 triliun.

Adapun tingkat pertumbuhan rata-rata
per tahun (compound annual growth rate/CAGR) dari 2013-2020 mencapai 8,38%.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) BPD
sampai Desember 2020 mencapai tercatat mencapai Rp 590,6 triliun atau meningkat
10,95% (yoy). CAGR DPK dari 2013-2020 tercatat sebesar 10,62%.

Sedangkan total aset mencapai Rp
763,9 triliun atau tumbuh 6,4% (yoy), dengan CAGR sejak 2013-2020 mencapai 10,08%.
Tapi laba usaha turun 19,73% menjadi Rp 61 triliun di sepanjang tahun 2020.

“BPD sebagai institusi keuangan
terkait pandemi memang terkena dampak negatif, tetapi percepatan upaya terhadap
pandemi masuk ke bagian yang moderat. Sehingga kita cukup optimis BPD tantangan
kedepan memang masih ada, tapi proses pemulihan dapat dikelola dengan baik
dibandingkan sektor ekonomi lainnya,” ujar Supriyatno.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img