Selasa, Januari 27, 2026

BPS: Kalbar Alami Surplus USD 262,29 Juta di Semester I/2018

Must Read

Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimanta Barat (Kalbar) mencatat neraca
perdagangan di wilayahnya mengalami surplus sebesar 262,29 juta dolar AS pada
semester pertama (Januari – Juni) 2018.

“Neraca perdagangan atau neraca ekspor- impor Kalbar
pada semester pertama ini surplus sebesar 262,29 juta dolar AS, namun
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya ada penurunan, karena
tahun lalu surplus 338,58 juta dolar AS,” ujar Kepala BPS Kalbar, Pitono
di Pontianak, Kamis (2/8).

Pitono merincikan bahwa neraca perdagangan Kalbar yang
surplus pada semester I/2018 ini didapat dari nilai ekspor Kalbar Semester I/2018
sebesar 479,25 juta dolar AS. Sedangan nilai impor Kalbar Semester Pertama 2018
sebesar 216,96 juta dolar As.

“Pada tahun sebelumnya di periode yang sama nilai ekspor
Kalbar sebesar 458,64 juta dolar AS dan nilai impor Kalbar sebesar 120,06 juta
dolar.

Dari data yang dihimpun bahwa tiga golongan barang pendorong
utama nilai ekspor Kalbar pada semester pertama 2018 yang memberikan kontribusi
yang terbesar yakni bahan kimia anorganik dengan nilai 236,07 juta dolar, bijih
kerang dan abu logam sebesar 110,54 juta dolar dan kayu, barang dari kayu
sebesar 52,10 juta dolar.

“Untuk tahun sebelumnya di periode yang sama golongan
barang faktor pendorong utama ekspor dari terbesar yakni dari bahan kimia
anorganik, karet dan barang dari karet dan baru disusul oleh kayu, barang dari
kayu,” papar dia.

Sementara kata Pitono untuk tiga golongan barang pendorong
utama nilai impor Kalbar pada Semester Pertama 2018 yang memberikan kontribusi
yang terbesar yakni bahan bakar mineral sebesar 117,58 juta dolar, bahan kimia
anorganik sebesar 25,16 juta dolar dan mesin – mesin pesawat mekanik sebesar
17,35 juta dolar.

“Sedangkan untuk tahun sebelumnya di periode yang sama
golongan barang faktor pendorong utama impor dari terbesar yakni dari bahan
bakar mineral, mesin – mesin dan pupuk. Tahun ini nilai impor bahan bakar
tinggi karena faktor dari naiknya harga minyak dunia,” tungkasnya.

 

 

 

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img