Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 (month-to-month), namun meningkat 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Secara kumulatif, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia selama Januari hingga Februari 2026 tercatat mencapai 2,35 juta kunjungan. Jumlah ini meningkat 7,77 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 (cumulative-to-cumulative), menunjukkan tren positif sektor pariwisata nasional.
Berdasarkan pintu masuk, sebanyak 1,00 juta kunjungan wisman tercatat melalui pintu utama, sementara 157,65 ribu kunjungan melalui pintu perbatasan. Moda transportasi udara masih menjadi pilihan utama dengan kontribusi sebesar 78,10 persen, diikuti moda laut 18,42 persen dan darat 3,48 persen.
Kunjungan melalui jalur udara mencapai 782,60 ribu kunjungan pada Februari 2026. Meski naik 8,90 persen dibandingkan Februari 2025, angka ini turun 2,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bandara Ngurah Rai di Bali dan Soekarno-Hatta di Banten menjadi pintu masuk utama dengan kontribusi mencapai 88,32 persen atau sekitar 691,22 ribu kunjungan.
Sementara itu, kunjungan melalui jalur laut tercatat sebanyak 184,60 ribu kunjungan, meningkat 28,80 persen secara tahunan dan naik 6,49 persen dibandingkan Januari 2026. Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau menjadi pintu utama dengan kontribusi 82,26 persen dari total kunjungan laut.
Adapun kunjungan melalui jalur darat mencapai 34,84 ribu kunjungan, naik 19,02 persen dibandingkan Februari 2025, namun turun 14,02 persen dibandingkan Januari 2026. Pintu masuk Atambua di Nusa Tenggara Timur dan Lintas Batas Jayapura di Papua menjadi yang terbanyak, menyumbang 77,93 persen dari total kunjungan darat.
Dilihat dari kebangsaan, peningkatan kunjungan secara tahunan terjadi di hampir seluruh kawasan, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Asia selain ASEAN sebesar 35,70 persen. Disusul Afrika sebesar 12,15 persen dan ASEAN sebesar 9,61 persen. Sebaliknya, kunjungan dari Timur Tengah mengalami penurunan 30,69 persen.
Secara bulanan, penurunan terjadi di sebagian besar wilayah, terutama dari Timur Tengah yang anjlok 72,15 persen, diikuti Oseania sebesar 24,78 persen. Namun, kunjungan dari Asia selain ASEAN justru meningkat 17,26 persen, diikuti Eropa sebesar 2,04 persen.
Berdasarkan negara asal, wisman asal Malaysia mendominasi dengan 199,22 ribu kunjungan atau 17,18 persen dari total. Disusul Tiongkok sebanyak 150,82 ribu kunjungan (13,01 persen), Singapura 109,33 ribu kunjungan (9,43 persen), dan Australia 107,44 ribu kunjungan (9,26 persen).
Dalam hal durasi tinggal, rata-rata wisman yang meninggalkan Indonesia pada Februari 2026 tercatat menghabiskan waktu selama 10,33 malam. Wisman asal ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat yakni 4,37 malam, sementara wisman asal Afrika mencatat durasi terlama mencapai 19,21 malam. Secara spesifik, wisatawan asal Yaman memiliki rata-rata tinggal paling lama yaitu 36,52 malam, sedangkan Timor Leste tercatat paling singkat dengan 2,03 malam.




