Kamis, April 2, 2026

Ekspor Indonesia Awal 2026 Tumbuh 2,19 Persen, Ditopang Kinerja Nonmigas

Must Read

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Februari 2026 mencapai US$44,32 miliar, meningkat 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$43,37 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang naik 2,82 persen dari US$41,19 miliar menjadi US$42,35 miliar.

Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan cukup dalam sebesar 9,75 persen, dari US$2,18 miliar menjadi US$1,97 miliar. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya ekspor minyak mentah hingga 52,02 persen menjadi US$125,6 juta, serta turunnya ekspor gas alam sebesar 13,26 persen menjadi US$1,04 miliar. Di sisi lain, ekspor hasil minyak justru mengalami kenaikan sebesar 11,30 persen menjadi US$807,7 juta.

Secara bulanan, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar US$22,17 miliar atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025. Ekspor nonmigas pada bulan tersebut juga meningkat 1,30 persen menjadi US$21,09 miliar.

Dari sisi komoditas, peningkatan terbesar pada ekspor nonmigas terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang melonjak US$1,46 miliar atau 28,79 persen. Selain itu, komoditas nikel dan turunannya juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar US$711,6 juta (55,97 persen), diikuti kendaraan dan bagiannya sebesar US$459,9 juta (26,15 persen), serta mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$360,1 juta (13,66 persen).

Namun, beberapa komoditas mengalami penurunan, terutama bahan bakar mineral yang turun US$748,8 juta (13,71 persen) dan logam mulia serta perhiasan yang merosot US$618,9 juta (33,40 persen). Sepuluh komoditas utama ini menyumbang 66,27 persen dari total ekspor nonmigas dengan pertumbuhan gabungan sebesar 7,67 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor Indonesia dengan nilai mencapai US$10,46 miliar atau berkontribusi 24,69 persen. Disusul Amerika Serikat sebesar US$5,00 miliar (11,81 persen) dan India sebesar US$3,11 miliar (7,35 persen). Ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing berkontribusi 19,61 persen dan 6,73 persen.

Selama dua bulan pertama 2026, nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama mencapai US$29,78 miliar atau naik 4,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada ekspor ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Sementara itu, penurunan terjadi pada ekspor ke Thailand, Taiwan, dan Australia.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas dari industri pengolahan meningkat 6,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh peningkatan ekspor minyak kelapa sawit. Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 25,99 persen akibat penurunan ekspor kopi. Penurunan juga terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya sebesar 16,34 persen, seiring melemahnya ekspor batubara.

Dari sisi wilayah, tiga provinsi dengan kontribusi ekspor terbesar adalah Jawa Barat sebesar US$6,45 miliar (14,56 persen), Sulawesi Tengah sebesar US$4,04 miliar (9,10 persen), dan Kepulauan Riau sebesar US$3,85 miliar (8,69 persen). Ketiganya menyumbang sekitar 32,35 persen dari total ekspor nasional pada awal tahun 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BPS: Kunjungan Wisman Februari 2026 Capai 1,16 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img