Senin, Mei 18, 2026

Pupuk Indonesia Garap Pasar Australia, Ekspor Urea Berpotensi Sentuh Rp7 Triliun

Must Read

PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengirimkan urea perdana ke Australia melalui skema government-to-government (G2G). Langkah ini menjadi sinyal agresivitas industri pupuk nasional dalam memanfaatkan surplus produksi di tengah dinamika rantai pasok pangan global.

Ekspor perdana dilakukan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur melalui pelepasan kapal pengangkut urea di Dermaga BSL Pupuk Kaltim, Bontang, Kamis (14/5/2026). Volume pengiriman awal mencapai 47.250 ton dan menjadi bagian dari komitmen kerja sama ekspor sebesar 250.000 ton yang ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan potensi nilai sekitar Rp7 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ekspor tersebut sebagai momentum penting bagi industri pupuk nasional untuk naik kelas menjadi pemain regional.

“Ini mencetak sejarah, karena (kita) akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai dengan pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” ujar Amran.

Kerja sama ekspor ini merupakan tindak lanjut komunikasi bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Anthony Albanese terkait penguatan ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan ekspor ke Australia tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok strategis pupuk di kawasan.

“Pengiriman urea ke Australia hari ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi juga bagian dari diplomasi pangan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik,” kata Rahmad.

Menurut dia, ekspor dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan pupuk domestik. Tahun ini produksi urea Pupuk Indonesia diproyeksikan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 6,3 juta ton. Artinya, masih terdapat surplus produksi sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

“Pupuk Indonesia tetap mampu menjaga kebutuhan domestik sekaligus mempertahankan fleksibilitas ekspor secara terukur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pupuk Indonesia juga memastikan distribusi pupuk nasional tetap terkendali melalui pemanfaatan Command Center dan sistem i-Pubers yang memantau stok hingga tingkat kios secara real-time. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan melakukan realokasi pasokan lebih cepat di wilayah dengan permintaan tinggi.

Hingga 13 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,1 juta ton dengan kapasitas produksi harian sebesar 25 ribu ton urea dan 15 ribu ton pupuk NPK. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 3,5 juta ton atau naik sekitar 36% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia Gita Kamath mengatakan Australia menyambut baik dimulainya kerja sama tersebut karena mencerminkan eratnya hubungan ekonomi kedua negara.

“Atas nama Pemerintah Australia dan Duta Besar Australia, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Australia sangat menghargai hubungan dengan Indonesia dan kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia,” kata Gita.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS Gelar Road to Worlds 2026, Pemain Berburu Tiket ke Tokyo

Konami Digital Entertainment resmi membuka rangkaian kualifikasi “Road to Worlds” untuk Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS sebagai jalan menuju Yu-Gi-Oh! World...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img