Sabtu, Mei 16, 2026

PT SMI Pecahkan Rekor Pricing Obligasi Global Lembaga Keuangan Non-Bank

Must Read

Langkah PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) kembali ke pasar obligasi global disambut antusias investor internasional. Perseroan sukses menerbitkan obligasi senior unsecured fixed rate notes senilai US$ 300 juta dengan tenor lima tahun, sekaligus mencatat spread paling ketat yang pernah diraih lembaga keuangan non-bank Indonesia untuk tenor tersebut.

Pencapaian itu menjadi sinyal kuat bahwa minat investor global terhadap aset-aset Indonesia masih terjaga, terutama yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembiayaan infrastruktur dan dukungan pemerintah. Transaksi ini juga menandai penerbitan obligasi dolar AS pertama PT SMI sejak 2021.

Obligasi diterbitkan di bawah program Euro Medium Term Note (EMTN) senilai US$ 2 miliar milik perseroan. Surat utang tersebut mengantongi peringkat investasi Baa2 dari Moody’s dan BBB dari Fitch Ratings, yang menjadi salah satu faktor pendorong derasnya permintaan investor.

PT SMI mulai melakukan penjajakan pasar pada 6 Mei 2026 melalui pertemuan virtual dengan investor institusional di Asia dan Eropa. Sambutan positif langsung terlihat sejak awal pemasaran. Perseroan kemudian membuka initial price guidance di level 5,45% pada pembukaan pasar Asia keesokan harinya.

Namun derasnya permintaan investor membuat ruang pengetatan harga semakin besar. PT SMI akhirnya menetapkan final price guidance di level 5,10%, sebelum obligasi resmi dipatok dengan yield yang sama pada penutupan sesi Asia. Penurunan yield sebesar 35 basis poin dari panduan awal mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas kredit perseroan.

Permintaan investor tercatat melonjak jauh di atas target penerbitan. Total orderbook mencapai lebih dari US$ 2,2 miliar dari 119 investor, atau setara 7,3 kali oversubscribe dibanding nilai penerbitan.

Mayoritas investor berasal dari Asia dengan porsi alokasi 87%, sedangkan investor EMEA menyumbang 13%. Dari sisi kategori investor, manajer aset dan fund manager mendominasi sebesar 74%, diikuti bank sentral, perusahaan asuransi dan dana pensiun sebesar 14%, perbankan 10%, serta private bank dan investor lain sebesar 2%.

Besarnya minat investor menunjukkan pasar masih melihat prospek positif terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi suku bunga internasional. Kinerja transaksi ini juga memperkuat posisi PT SMI sebagai salah satu institusi pembiayaan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar utang internasional.

Dalam penerbitan ini, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Sole Global Coordinator. Adapun BNI Securities, Deutsche Bank, Mizuho, MUFG dan Standard Chartered Bank menjadi Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Rumah Sekunder Jadi Penyelamat Saat Pasar Properti Primer Tertekan Rupiah

Tekanan pelemahan rupiah mulai terasa nyata di industri properti nasional. Ketika nilai tukar sempat menyentuh Rp17.528 per dolar AS,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img