Rabu, Januari 14, 2026

BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD4,23 Miliar di Juli 2022

Must Read

MONETER – Badan
Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar
4,23 miliar dolar AS pada Juli 2022.


“Surplus Juli
ini berasal dari nilai ekspor sebesar 25,57 miliar dolar AS dan impor 21,35
miliar dolar AS,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa Badan
Pusat Statistik (BPS) Setianto di Jakarta, Senin (15/8/2022).


Kata Setianto, surplus
neraca perdagangan Indonesia pada Juli banyak ditopang oleh surplus komoditas
nonmigas. “Perdagangan nonmigas Indonesia mengalami surplus 7,31 miliar dolar
AS pada Juli 2022, dengan komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakar
mineral; lemak dan minyak hewan nabati; bijih, kerak, dan abu logam,” jelasnya.


Sementara,
perdagangan migas RI mengalami defisit 3,08 miliar dolar AS pada periode yang
sama, di mana komoditas utama penyumbang defisit yakni minyak mentah dan hasil
minyak.


Adapun perdagangan
Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara, di mana tiga negara dengan
surplus terbesar yaitu Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina.


Perdagangan dengan AS
mencatatkan surplus 1,64 miliar dolar AS dengan komoditas utamanya lemak dan
minyak hewan nabati, pakaian dan aksesorinya, mesin perlengkapan elektrik serta
bagiannya.


Kemudian, surplus
perdagangan dengan India mencapai 1,62 miliar dolar AS dengan komoditas
penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati;
bijih logam; kerak; dan abu.


Kemudian, perdagangan
RI dengan Filipina mengalami surplus 1,08 miliar dolar AS dengan komoditas
utama penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya,
serta lemak dan minyak hewan nabati.


Namun, perdagangan
Indonesia mengalami defisit dengan beberapa negara, di mana tiga negara yang
mengalami defisit perdagangan terbesar dengan RI yaitu Tiongkok, Australia, dan
Thailand.


“Dengan Tiongkok
mengalami defisit 914,5 juta dolar AS, ini utamanya adalah mesin, peralatan
mekanik serta bagiannya, kemudian mesin, dan perlengkapan elektrik serta
bagiannya,” kata Setianto.


Dengan
Australia, perdagangan RI mengalami defisit 523,8 juta dolar AS, dengan
komoditas penyumbang defisit utama adalah bahan bakar mineral dan serealia.


Selanjutnya, defisit
perdagangan RI dengan negara gajah putih Thailand mencapai 318,6 juta dolar AS
dengan komoditas penyumbang defisit utama yakni gula dan kembang gula, plastik,
dan barang dari plastik.


Alhasil, surplus
neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juli 2022 mencapai 29,17 miliar
dolar AS dengan total ekspor 166,70 miliar dolar AS dan impor 137,53 miliar
dolar AS.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img