Minggu, Maret 1, 2026

BSI perkuat peran perempuan dalam pengembangan ekonomi syariah

Must Read

Moneter.id – Peran perempuan dalam pengembangan
sektor ekonomi dan keuangan syariah saat ini sudah sangat signifikan. Hal ini
terlihat dari banyaknya pekerja wanita yang terdapat di PT Bank Syariah
Indonesia Tbk.  

“Saat ini,
dari total 20 ribu pekerja BSI di seluruh Indonesia, 40 persen di antaranya
merupakan perempuan. Jumlah ini tidak bisa dibilang sedikit. Yang menarik
adalah porsi perempuan di jajaran senior manajemen sekitar hampir 20 persen.”
ungkap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Webinar dalam rangka memperingati
Hari Kartini dengan tema “Perempuan Tangguh Yang Menginspirasi bagi Pembangunan
Ekonomi Syariah Indonesia”, Rabu (21/4), di Jakarta.

Berdasarkan
data Riset Danareksa, per Agustus 2020  tingkat partisipasi angkatan
kerja perempuan sudah mencapai 53,13 persen. Angka ini mendekati rasio
partisipasi angkatan kerja laki-laki sebesar 82,41 persen.

Tingkat
partisipasi angkatan kerja perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2018
dan tahun 2019 lalu, angkanya masing-masing baru mencapai 51,89 persen dan
51,88 persen.

Hery menambahkan
bahwa porsi perempuan pada jajaran direksi dan majemen level
pimpinan  di BSI  sekarang sudah mencapai sekitar 20
persen.
 “Jabatan itu bukan karena kuota
atau belas kasihan, tetapi memang karena kemampuan leadership dan kompetensi
keuangan syariahnya mumpuni,” ucapnya.  

Hal ini
membuktikan bahwa peran wanita semakin diperhitungkan baik dari sisi bisnis
maupun di dalam keuangan, maupun perbankan syariah, khususnya di Bank Syariah
Indonesia.

Hery berharap ke
depannya literasi perempuan terhadap produk dan layanan keuangan syariah bisa
semakin meningkat. Selain itu, perempuan-perempuan yang sudah terlibat dalam
pengembangan ekonomi syariah diharap bisa menginspirasi wanita lain agar tak
lagi sungkan untuk memegang peran penting memajukan bangsa dan perekonomian
negara.

Deputi Gubernur Senior
Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa saat ini perempuan Indonesia
sudah menduduki posisi penting dan strategis dalam pengembangan ekonomi dan
keuangan syariah.

Destry menyebut, saat
ini perkembangan ekonomi syariah secara global terus meningkat. Berdasarkan
laporan Refinitiv dan ICD, aset keuangan syariah global diproyeksi naik dari
US$2,8 triliun pada 2019 menjadi US$3,69 triliun pada 2024 mendatang.
Pertumbuhan aset keuangan syariah global ini dipastikan juga terjadi di
Indonesia.

Pertumbuhan yang pesat
ini disebutnya juga dilakukan melalui pemberdayaan perempuan. Berbagai program
pengembangan usaha syariah dilakukan dengan melibatkan perempuan pelaku usaha
syariah maupun para santri putri di pesantren. Hal ini dilakukan agar ke
depannya semakin tercipta kesetaraan gender di Indonesia.

“Kesetaraan gender
khususnya perempuan memiliki potensi untuk mendorong Pertumbuhan Ekonomi.
Berdasarkan studi dari McKinsey (2018), Indonesia dapat meningkatkan tambahan
PDB sebesar US$135 miliar diatas angka normal PDB pada tahun 2025, apabila ada
percepatan kesetaraan gender. Hal ini semakin mempertegas bahwa pemberdayaan
perempuan akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Destry.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img