Rabu, Maret 4, 2026

Bunga Pinjaman BRI Bakal Turun?

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) menyatakan bunga pinjaman di segmen konsumer masih memiliki peluang untuk kembali diturunkan.

Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan, kalau nanti ada sinyal-sinyal penurunan bunga pinjaman, ya kami akan segera menyesuaikan dengan kondisi pasar.

“Saat ini suku bunga kredit konsumer yang diberikan bank BRI berkisar dari 8,75% hingga 13%. Variasinya ditentukan oleh program promosi dan jangka waktu pinjaman,” ucapnya di Jakarta, Jumat (12/5)

Sis Apik menjelaskan, salah satu tantangan perbankan dalam menurunkan bunga kredit adalah kondisi likuiditas. “Saat ini dana di masyarakat cenderung lebih mengering,” ujarnya.

Oleh karena itu strategi yang dilakukan BRI adalah meningkatkan porsi dana murahnya (current account and saving account/CASA) menjadi 59% pada tahun ini dari total dana pihak ketiga (DPK). Peningkatan porsi dana murah akan menurunkan biaya dana sehingga memungkinkan menekan bunga kredit.

“Ada potensi penurunan. Sambil menunggu kondisi penurunan suku bunga pinjaman, kami berusaha memangkas cost of fund dengan meningkatkan CASA,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan menyatakan hal senada. Perseroan terus mendorong biaya dana (cost of fund) untuk terus turun sehingga bunga kredit bisa ditekan semakin rendah. Sampai kuartal pertama kemarin, rasio dana murah (current account saving account/CASA) CIMB Niaga berkisar 54,8%.

“Salah satu strategi kami adalah dengan mendorong porsi dana murah lebih tinggi lagi sehingga biaya dana pun cenderung turun,” ucapnya.

Dalam setahun terakhir, CIMB Niaga sudah menurunkan tingkat bunga kredit pemilikan rumah (KPR) hingga sekitar 200 bps. “Untuk KPR, tingkat bunga kami sudah di bawah 10%, tetapi potensi penurunan bunga kredit pun bukan hanya pada ritel konsumer, tetapi juga korporasi,” ujar Lani.

Sementara itu, Kepala Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi mengatakan, faktor likuiditas dapat menjadi penghambat laju penurunan bunga pinjaman.

Terlebih, di kuartal II/2017, likuiditas berpotensi mengetat seiring mulai menggeliatnya kredit menjelang Lebaran. Dengan begitu, bunga simpanan justru akan berpeluang meningkat seiring akan terjadi perebutan dana pihak ketiga (DPK) jelang momentum Idul Fitri.

Oleh karena itu, dia memprediksi tingkat penurunan bunga kredit pada tahun ini tidak akan sebesar tahun lalu. “Alasannya, suku bunga kebijakan BI, 7 days repo rate, cenderung stagnan pada tahun ini,” pungkas Eric.

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prince Poetiray & Quinn Salman Nyanyikan Perdana OST Na Willa Bersama Para Pemain

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img