Minggu, Maret 1, 2026

Capai Agenda 2030, Indonesia-Swedia jajaki kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan

Must Read

Moneter
Pada pekan Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) yang kedua,
Swedia dan Indonesia akan menjajaki kemitraan di lima area: Pembangunan
Berkelanjutan dan Penciptaan Lapangan Kerja, Transportasi Cerdas, Energi
Terbarukan, Ekonomi Biru, dan Industri 4.0.

SISP diselenggarakan oleh Team Sweden, dan pekan ini
adalah wadah bagi pemimpin dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta di
beberapa bidang untuk bertemu secara virtual dan berbagi pengalaman dalam
bidang keberlanjutan. Tahun ini, pekan SISP akan diadakan dari 22 hingga 26
November 2021.

Pekan SISP pertama diadakan pada 2020 untuk
memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia. Melalui
diskusi SISP tahun lalu, kedua negara mengakui pentingnya kerja sama untuk
transisi hijau dan pemulihan pasca-Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah memberi dampak bagi kita semua
dan ekonomi global. Pada saat yang sama, perubahan iklim tidak akan membaik
tanpa intervensi kita. Sekaranglah waktunya untuk memikirkan kembali
pembangunan. Kita harus bekerja sama untuk mengatasi pandemi ini, dan kita
perlu memastikan pemulihan yang lebih kuat, lebih hijau dan berkelanjutan untuk
semua,” kata Marina Berg, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua
Nugini, dan ASEAN, Senin (22/11).

Dalam SISP 2021, Indonesia dan Swedia akan berdiskusi
lebih lanjut untuk menemukan solusi berkelanjutan dan mencapai Agenda 2030
untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“SISP pertama adalah acara yang tepat untuk
memperingati 70 tahun hubungan baik antara kedua negara kita. Tahun ini, SISP
akan memainkan peran yang lebih penting dalam mempertahankan momentum positif,
memperkuat komitmen untuk menumbuhkan hubungan, serta menjadi landasan kerja
sama yang konstruktif dan saling menguntungkan di tahun mendatang. Setelah
konferensi perubahan iklim baru-baru ini, SISP memberi peluang besar bagi
Indonesia-Swedia untuk memperdalam kolaborasi aksi iklim dalam konteks
pembangunan berkelanjutan. Saya yakin ada banyak hal yang dapat dipelajari dari
pengalaman satu sama lain, dan kita dapat memperoleh manfaat lebih banyak lagi
dengan bekerja sama,” kata HE Kamapradipta Isnomo, Duta Besar Indonesia untuk
Swedia dan Latvia.

Hubungan bilateral Indonesia-Swedia telah diperdalam
di beberapa bidang, termasuk energi, transportasi, dan pendidikan. Nota
Kesepakatan (MoU) dari ketiga sektor ini ditandatangani pada 2017.

Model bisnis perusahaan Swedia harus didasarkan pada
pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan faktor ekonomi, sosial, dan
lingkungan. Hal ini juga dilakukan dalam kerjasama Indonesia-Swedia.

Tahun ini, hubungan Indonesia dan Swedia terus tumbuh,
menyusul kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke Swedia.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyoroti kerja sama di bidang Blue
Economy, dan menandatangani pernyataan bersama untuk kemitraan.

Indonesia dan Swedia, bersama dengan 191 negara
lainnya, telah berjanji untuk mencapai TPB. Tujuan Ini harus dicapai untuk
mengakhiri kemiskinan, menjaga lingkungan, dan memastikan bahwa pada 2030 semua
orang bisa menikmati perdamaian dan kemakmuran.

“Kami percaya kolaborasi adalah kunci untuk mencapai
TPB dan masa depan yang lebih berkelanjutan – untuk semua,” tungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img