Moneter.id – Jaringan operator hotel yang bermitra dengan berbagai
hotel budget di seluruh Indonesia, Airy mengenalkan kembali program ‘Airy Community’. Program ini untuk menstandarisasi mutu layanan properti
hotel atau penginapan di bawah naungannya.
“Airy Community diharapkan menjadi solusi
dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia,” kata Danny Handoko, CEO Airy beberapa waktu lalu.
Gagasan Airy lewat
Airy Community menjadi terobosan dalam penguatan kapasitas SDM. Sebuah langkah
yang selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah. Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) 2020 berfokus pada upaya peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan
yang berkualitas.
Survei Tenaga Kerja
Nasional (Sakernas) memberi gambaran kondisi ketenagakerjaan pariwisata
Indonesia. Pada 2017, industri pariwisata memiliki daya serap tenaga kerja yang
tergolong tinggi dengan angka 10,6 juta orang atau setara 9,03% dari total
tenaga kerja nasional.
Data statistik dari
Neraca Satelit Pariwisata Indonesia menunjukkan hanya 14,39% yang merupakan
lulusan pendidikan tinggi.
Airy Community diluncurkan pada 2018
dengan melibatkan 594 peserta
dengan lokasi pelatihan di berbagai daerah; meliputi Jabodetabek, Malang,
Samarinda, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Kami optimis Airy
bisa terus melanjutkan misinya memajukan industri hotel anggaran rendah di
Tanah Air. Dengan demikian, Airy tak hanya berperan bagi pengguna dan mitra property owner,tetapi lebih penting lagi, bisa berandil lebih besar
dalam memajukan ekonomi digital di Indonesia,” ujarnya.
Sepanjang 2019, Airy
akan menjalankan rangkaian pelatihan, terutama aspek housekeeping dan front office,
dengan target hingga 4.000 karyawan mitra properti. “Tahun ini, Airy Community akan menggaet jumlah
partisipan yang lebih banyak, hingga 4.000 orang, dan diimplementasikan di 13
kota berbeda,” tungkas Danny.




