Moneter.id – Allianz Indonesia membukukan dana kelolaan atau asset under management (AUM) senilai Rp
40,18 triliun pada 2019. Angka tersebut naik sebesar 14 persen dibandingkan
tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp35,33 triliun.
Kata Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti, Rabu (4/3), portfolio
AUM Allianz Infonesia ini terdiri dari dana yang dikelola dari produk unit link
sebesar 53 persen, asuransi jiwa dan kesehatan sebesar 25 persen dan Dana
Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebesar 22 persen.
“Dari total 60 fund yang
dikelola, terdapat tiga fund yang paling diminati nasabah,”
ucapnya.
Produk tersebut antara lain SmartLink Equity Fund dengan
AUM Rp10,17 triliun, SmartLink Balanced Fund sebesar Rp2,16 triliun dan
SmartLink Fixed Income Fund sebesar Rp1,35 triliun.
Sementara, untuk jumlah nasabah Allianz Indonesia tahun 2019 juga mengalami peningkatan
sebesar 4,23 persen menjadi 626.310 dari 600.869 nasabah.
Sedangkan jumlah tertanggung juga mengalami kenaikan
sebesar 18,99 persen menjadi 9,49 juta dari 7,92 juta.
Sementara, Chief Marketing Officer
Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen menambahkan, produk unitlink akan
tetap mendominasi portfolio bisnis perusahaan pada tahun ini.
Hingga saat ini, sekitar
89 persen dari total premi yang didapat perseroan bersumber dari penjualan
unitlink. “Porfolio unitlink tahun ini masih akan terbesar,”
kataKarin Zulkarnaen.
Menurut Karin, produk unitlink masih sangat diminati lantaran sifatnya yang
cukup fleksibel. Dengan unitlink, nasabah bisa memilih sendiri asuransi
tambahan atau rider yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Karin mengakui, salah satu rider yang baru diluncurkan tahun lalu, Hospital
Surgical Care Premier, menjadi pendorong utama pertumbuhan unitlink di 2018. “Dengan
memilih unitlink nasabah masih memungkinkan mendapatkan tambahan potensi
investasi,” tungkas Karin.




