Sabtu, November 29, 2025

Danamon Raup Laba Bersih Setelah Pajak Rp 3 Triliun

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan
laba bersih setelah pajak sebesar Rp3 triliun hingga kuartal III/2017. Angka ini
tumbuh 21% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp2,5
triliun.  

Direktur
Keuangan Danamon, Vera Eve Lim mengatakan, pertumbuhan laba didorong pendapatan
bunga bersih atau net interest income (NIM).

Tercatat, lanjut Vera, NIM Danamon pada
sembilan bulan di tahun 2017 ini meningkat 3% menjadi Rp10,5 triliun
dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp10,2 triliun. 

“Kenaikan
NIM akibat dari proses transformasi yang sedang berlanjut, pengelolaan biaya
operasional yang baik, dan biaya kredit (cost of credit) yang lebih
rendah,” ujarnya, Senin (30/10). 

 

Selain
itu, sepanjang sembilan bulan ini Danamon berhasil menyalurkan kredit sebesar
Rp126,4 triliun atau naik 5%  dari periode sebelumnya Rp118,7 triliun.

Rinciannya,
alokasi kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh 10% menjadi Rp27,5
triliun. Portofolio enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan
institusi keuangan, tumbuh 7% menjadi Rp35,7 triliun. Sementara kredit Mortgage
tumbuh 31% menjadi Rp5,4 triliun. 

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade financetumbuh 5%
menjadi Rp119,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. 


Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 7%
untuk roda dua dan 8% untuk roda empat dibandingkan setahun sebelumnya. Dengan
pertumbuhan tersebut, maka pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp44,2
triliun atau tumbuh tipis 1% dibandingkan setahun sebelumnya. 

 

Pada
saat yang sama, giro dan tabungan (CASA) naik 5% menjadi Rp47,8 triliun.
Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 47,5% dari 43,9% pada setahun sebelumnya.
Deposito menurun 9% menjadi Rp52,7 triliun melalui pelepasan dana mahal. 

Tercatat, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Danamon, konsolidasian berada
pada posisi 22,3%, sementara CAR bank only berada pada posisi 23,8%. 


Sedangkan total kredit bermasalah atau non performing loan turun 6% menjadi Rp3,9 triliun.
Penurunan ini menjadikan rasio kredit bermasalah secara
 gross Danamon tercatat pada 3,3%. 

 

Biaya
kredit atau cost of credit juga terkurangi 25% menjadi Rp2,5
triliun. Kondisi ini menyebabkan rasio biaya kredit juga mengalami perbaikan
menjadi 2,6% atau membaik 90 bps dibandingkan periode yang sama tahun
lalu. 

 

“Kualitas
aset kami menunjukkan peningkatan signifikan yang ditandai oleh penurunan biaya
kredit. Pada saat yang sama, biaya dana atau cost
of fund
 terus menurun
sejalan dengan pembenahan pada pendanaan dan peningkatan rekening tabungan yang
bersifat granular,” pungkasnya.


 (HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

ecoCare Hygiene Solusi Sanitasi Modern untuk Lingkungan Bisnis

Standar kebersihan di lingkungan bisnis semakin meningkat dan kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan profesionalitas sebuah institusi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img