Kamis, Januari 15, 2026

Di Tengah Pandemi Corona, Industri Mamin Diminta Jaga Produktivitas

Must Read

Moneter.id – Industri
makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang
selama ini memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional, baik itu
melalui capaian nilai investasi maupun ekspor. Bahkan, industri mamin juga dikategorikan
sebagai sektor strategis lantaran menjadi penyedia pangan bagi masyarakat.

“Apalagi, saat ini di tengah kondisi pandemi virus korona,
kebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat, seiring pula dengan adanya kebijakan
untuk work from home (bekerja dari rumah),” kata Menteri Perindustrian
Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menperin menegaskan, pihaknya terus menjaga produktivitas
hingga distribusi sektor industri mamin di dalam negeri. Upaya ini agar pasokan
pangan bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. “Misalnya, demand
susu yang cukup naik, karena termasuk untuk meningkatkan imun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada
pelaku industri mamin di dalam negeri yang tetap semangat memacu produktivitasnya
di tengah kondisi tekanan ekonomi global sampai pada dampak dari pandemi Covid-19.

“Kami aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian
dan Kementerian Perdagangan untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri
mamin,” tutur Agus.

Menperin optimistis, industri mamin masih memberikan
kontribusi yang signfikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. “Kami
juga tetap memprioritaskan pengembangan industri mamin yang tergolong sektor
industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.

Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2019, industri mamin
tumbuh sebesar 7,78% atau melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02%.
Selain itu, industri mamin memberikan sumbangsih paling besar terhadap nilai
ekspor nasional, dengan menembus angka USD27,28 miliar.

Lalu, industri mamin menyetor nilai investasi hingga Rp54
triliun. Bahkan, industri mamin menyerap paling banyak tenaga kerja di sektor
manufaktur dengan jumlah 4,74 juta orang hingga Agustus 2019.

Sementara, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan
Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyampaikan, pihaknya bertekad
mendukung pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah
kondisi sulit saat ini, termasuk dampak dari pandemi Covid-19.

“Kali ini, dunia usaha tidak lagi memikirkan untung rugi,
tapi bagaimana bersama-sama dengan pemerintah mengatasi masalah saat ini,
sehingga bisa recover cepat,” paparnya.

Menurut Adhi, dari pengalaman beberapa negara, produk mamin
olahan menjadi salah satu andalan untuk ketersediaan pangan saat menghadapi
sebuah bencana atau musibah. Oleh karenanya, diperlukan pasokan bahan baku agar
bisa menjaga produktivitas industri mamin.

“Kami telah menyampaikan kepada Bapak Menteri (Perindustrian),
bahwa kami tetap ingin melakukan produksi dan distribusi sampai ke pusat
perbelanjaan, bahkan sampai ke konsumen. Namun demikian, yang perlu
diperhatikan, antara lain adalah kelancaran bahan baku dan arus logistik,” terangnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img