Sabtu, Maret 7, 2026

Dirjen IKM: Siapkan Wirausaha Muda Kreatif Songsong Bonus Demografi Tahun 2030

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melahirkan para
wirausaha muda di sektor industri kreatif. Apalagi, ekonomi kreatif mampu
memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain itu,
upaya ini untuk mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan
dinikmati Indonesia.

“Pada tahun
2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk
usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta
jiwa. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang juga
siap menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Dirjen Industri Kecil dan
Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (23/10).

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus
meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada
tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun, sedangkan pada 2016
mencapai Rp923 triliun, dan bertambah menjadi Rp990 triliun di 2017. Tahun 2018
diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

Dalam rangka menyiapkan
pengusaha muda di bidang ekonomi kreatif, Direktorat Jenderal IKM melalui Bali
Creative Industry Center (BCIC) melaksanakan program Creative Business Incubator (CBI),” ungkap Gati.

Kali ini, akan difokuskan pada pemberian pelatihan dan bimbingan
untuk wirausaha muda sektor industri kriya dan fesyen.

Tercatat ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar
terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69%, disusul
industri fesyen sebesar 18,15%, dan industri kriya sebesar 15,70%.

Dalam upaya pengembangan industri kreatif nasional, Kemenperin
memiliki tugas untuk fokus membina subsektor kriya, fesyen, film, animasi dan video, serta
aplikasi dan pengembangan permainan

Gati
menjelaskan, dalam pelaksanaan CBI tahun 2018, Ditjen IKM Kemenperin
menggandeng Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.

“Langkah
strategis ini merupakan wujud kolaborasi antara pihak pemerintah, pengusaha dan
akademisi dalam perencanaan dan pelaksanaan programnya. Misalnya, dalam
menyusun kurikulum dan pelaksanaan program, kami melibatkan tim dari salah satu
institusi pendidikan bisnis terbaik di negeri ini karena kami ingin memberikan
pendidikan bisnis yang terbaik juga bagi pengusaha muda industri kreatif di
Indonesia,” pungkas Gati.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img