Moneter.id – Jakarta – Semester I-2023, Indosat Ooredoo Hutchison membukukan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun. Laba ini turun 41,46% year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp3,26 triliun pada periode yang sama tahun 2022.
“Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan yang mencapai Rp24,7 triliun pada semester I-2023, atau meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2022,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha akhir pekan lalu.
Kata Vikram, pertumbuhan pendapatan perseroan dikontribusikan dari pendapatan selular yang naik 8,4% (yoy), pendapatan Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) bertambah 15,7% (yoy), serta layanan telekomunikasi meningkat 25,9% (yoy).
Selanjutnya, EBITDA perseroan tercatat sebesar 24% (yoy) menjadi Rp11,4 triliun, dengan marjin EBITDA mencapai 46,1% pada semester I tahun ini.
“Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan yang didukung oleh para mitra dan pemegang saham kami, dalam mencapai tujuan bersama yaitu memberdayakan Indonesia,” ujar Vikram.
Vikram melanjutkan, percepatan integrasi jaringan dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN) mulai menunjukkan hasil, yang mana perseroan mencatat pertumbuhan total pelanggan sebesar 4% (yoy) atau 3,8 juta menjadi 100 juta pada semester I-2023.
Selain itu, peningkatan pendapatan rata- rata per pengguna (Average Revenue Per User, ARPU) tercatat menjadi Rp35.800 pada kuartal kedua dan trafik data meningkat sebesar 16,8% (yoy) atau lebih dari 7.000 Petabyte.
Vikram menjelaskan, seluruh peningkatan layanan tersebut ditopang oleh lebih dari 215 ribu total BTS pada semester I-2023 yang meningkat 8,5% (yoy), dengan 167 ribu merupakan BTS 4G.
“Percepatan integrasi MOCN yang dikombinasikan dengan strategi Go-to-Market yang tepat, membawa kami pada jalur yang tepat dalam memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan,” ujar Vikram.




