PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) memulai 2026 dengan catatan kinerja yang agresif. Emiten ritel perangkat elektronik ini membukukan lonjakan penjualan dan laba bersih pada kuartal pertama tahun ini, mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi bisnis yang selama ini digencarkan.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, penjualan neto ERAA tercatat sebesar Rp22,4 triliun, naik 41,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp15,9 triliun. Pertumbuhan ini memperlihatkan permintaan pasar yang tetap terjaga, terutama pada segmen utama perseroan yakni ponsel dan tablet.
Kenaikan pendapatan itu diikuti perbaikan profitabilitas. Laba bruto naik 33,07% secara tahunan menjadi Rp2,39 triliun. Sementara laba bersih melesat 133,49% menjadi Rp495,6 miliar dari posisi kuartal I-2025. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 122,73% menjadi Rp452,7 miliar.
Deputy Group CEO Hasan Aula menilai capaian tersebut menjadi validasi atas transformasi bisnis yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
“Memasuki tahun ke-30 Erajaya, pencapaian ini menegaskan bahwa fondasi yang telah kami bangun selama tiga dekade kini semakin mengakselerasi pertumbuhan. Kinerja solid di Q1 2026 mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi yang dijalankan secara konsisten, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel yang terukur, serta semakin kuatnya kontribusi dari berbagai vertikal bisnis,” ujar Hasan.
Menurut dia, model bisnis yang lebih terintegrasi memberi ruang bagi perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan dari berbagai kategori produk, tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada pasar handset.
Secara bisnis, segmen cellular phones & tablet masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan ERAA. Momentum belanja masyarakat selama libur Tahun Baru Imlek dan Ramadan turut mendorong penjualan, terutama untuk produk aksesori dan gaya hidup.
Namun, kontribusi dari lini bisnis non-handset mulai terlihat semakin kuat. Unit Erajaya Active Lifestyle dan Erajaya Food & Nourishment terus mencatat pertumbuhan dan memperbesar kontribusinya terhadap pendapatan grup.
Ekspansi bisnis juga tetap berjalan. Hingga kini, ERAA mengoperasikan 2.333 jaringan ritel di seluruh Indonesia yang didukung oleh 70 pusat distribusi. Infrastruktur distribusi yang luas menjadi modal utama perseroan untuk menjaga daya saing di pasar ritel nasional.
Memasuki sisa tahun ini, ERAA menegaskan akan melanjutkan ekspansi bisnis secara terukur dengan fokus pada penguatan pengalaman pelanggan dan pengembangan portofolio merek yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.
Kinerja kuartal pertama ini memperlihatkan bahwa diversifikasi bisnis bukan sekadar strategi pelengkap bagi ERAA, melainkan sudah menjadi mesin pertumbuhan baru yang menopang kinerja sekaligus memperkuat struktur laba perseroan.




