PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mempertegas strategi ekspansi anorganik dengan membentuk perusahaan patungan baru senilai Rp21,45 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas ekosistem bisnis sekuriti sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di sektor teknologi pendukung sistem pembayaran dan perlindungan produk.
Keputusan pembentukan usaha patungan tersebut ditetapkan pada 27 April 2026 melalui kerja sama dengan PT CSmart IoT Indonesia. Dari skema tersebut, JTPE menggenggam 51% saham di entitas baru bernama PT Nustek Global Solutions, yang akan bergerak di bidang manufaktur penunjang sistem pembayaran, perangkat telekomunikasi nirkabel, dan komunikasi lainnya.
Langkah ini menandai perubahan strategi JTPE yang mulai mengombinasikan pertumbuhan organik dan anorganik untuk memperkuat bisnis inti. Perseroan menilai model joint venture dapat mempercepat pengembangan kapabilitas teknologi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap sistem keamanan dan autentikasi.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menegaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi JTPE dalam membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi. Kami percaya joint venture ini akan memperkuat posisi Perseroan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru,” ujar Allan.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan teknologi RFID (radio-frequency identification), yang dinilai semakin penting dalam mendukung sistem proteksi produk, keamanan identitas, hingga efisiensi rantai distribusi. Kehadiran mitra strategis dari Hong Kong diharapkan mempercepat transfer teknologi dan memperluas peluang bisnis baru.
Di tengah transformasi digital yang kian cepat, teknologi RFID dinilai menjadi salah satu sektor yang prospektif. Teknologi ini tidak hanya mendukung perlindungan merek, tetapi juga menjadi elemen penting dalam sistem pembayaran modern dan manajemen inventori.
Ekspansi ke bisnis berbasis teknologi itu datang di saat kinerja inti JTPE masih menopang pertumbuhan. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan Rp265,05 miliar, dengan segmen sekuriti menjadi penyumbang utama sebesar Rp227,97 miliar.
Kontribusi dominan dari bisnis sekuriti menunjukkan fondasi bisnis JTPE masih kuat. Namun, perseroan melihat kebutuhan pasar terus berkembang dan menuntut solusi yang lebih terintegrasi, sehingga diversifikasi menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan.
Ke depan, JTPE menargetkan pengembangan bisnis inti yang lebih lengkap agar mampu melayani pelanggan dari hulu ke hilir. Strategi ini diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri solusi sekuriti nasional.




