Moneter.id – Direktorat
Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menerangkan, Pemerintah
menyerap dana Rp21,45 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)
untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN dengan total penawaran masuk
Rp43,27 triliun.
“Lelang
tersebut telah melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp15 triliun,” katanya
di Jakarta, Selasa (30/7).
Dijelaskan,
untuk seri SPN03191031, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun
dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,65415 persen. Penawaran untuk
obligasi yang jatuh tempo pada 31 Oktober 2019 ini mencapai Rp5,45 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon
diskonto ini mencapai 5,5% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,8%.
Untuk
seri SPN12200410, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,05 triliun
dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,83981%. Penawaran untuk obligasi yang
jatuh tempo pada 10 April 2020 ini mencapai Rp4,17 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon
diskonto ini mencapai 5,7% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,95%.
Untuk
seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,05 triliun dengan
imbal hasil rata-rata tertimbang 6,70996%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh
tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp10,38 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5%
ini mencapai 6,68% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,1%.
Untuk
seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp11,6 triliun dengan
imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28048%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh
tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp19,66 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7%
ini mencapai 7,25% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,45%.
Untuk
seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,45 triliun dengan
imbal hasil rata-rata tertimbang 7,54863%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh
tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp2,43 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5%
ini mencapai 7,51% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,67%.
Untuk
seri FR0079, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,15 triliun dengan
imbal hasil rata-rata tertimbang 7,8091%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh
tempo pada 15 April 2039 ini mencapai Rp0,52 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375%
ini mencapai 7,8% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,9%.
Untuk
seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,15 triliun dengan
imbal hasil rata-rata tertimbang 7,96389%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh
tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp0,64 triliun.
Imbal
hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375%
ini mencapai 7,94% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,12%. (Ant)




