Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) akan
terus memfasilitasi lebih banyak program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang
diberikan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Langkah strategis
ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM di dalam negeri.
“KUR
ini memang dibutuhkan dan telah dirasakan manfaatnya. Untuk itu, kami akan
memfokuskan atau prioritaskan ke depannya kepada kegiatan-kegiatan IKM yang
bisa mendorong substitusi impor dan berorientasi ekspor,” kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Koordinasi dengan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang agenda usulan KUR tahun 2020 di
Jakarta, Selasa (12/11).
Menurut
Menperin, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait bakal aktif memberikan akses
kemudahan pembiayaan bagi pelaku IKM nasional. Apalagi, selama ini Kemenperin
telah mendorong penyaluran KUR kepada sektor yang produktif, termasuk IKM.
Baca juga: Perkembangan e-Commerce Jadi Gerbang Pelaku IKM Bertransformasi
“Kami
juga mengharapkan agar pelaku IKM kita dapat berperan masuk dalam rantai pasok
manufaktur, mulai tingkat nasional hingga global. Hal ini tentunya bisa memacu
kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dan memperbaiki neraca
perdagangan kita saat ini,” papar Agus.
Kemenperin
mencatat, IKM merupakan sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia,
yang selama ini berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Jumlah
IKM hingga kini telah melampaui 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja lebih
dari 10,1 juta orang.
Adapun
berbagai upaya yang telah dijalankan oleh pemerintah untuk meningkatkan akses
pembiayaan terhadap IKM, antara lain melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir
(LPDB), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Pemodalan Nasional
Madani (PNM).
“Kami
juga melakukan edukasi teknologi pembayaran, seiring dengan semakin banyaknya platform
pembiayaan non-tunai atau digitalisasi pembayaran,” imbuhnya.




