Selasa, Agustus 11, 2026

DRMA Tancap Gas ke Bisnis BESS, Bidik Cuan dari Ledakan Ekosistem Kendaraan Listrik

Must Read

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mulai menggeber ekspansi bisnis di luar manufaktur komponen otomotif. Emiten tersebut kini membidik pasar penyimpanan energi melalui peluncuran All-in-One Battery Energy Storage System (BESS), yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang bisnis baru seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

DRMA memperkenalkan produk BESS dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan penyimpanan energi di berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, pusat perbelanjaan hingga industri.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, BESS tidak hanya ditujukan sebagai perangkat penyimpan listrik, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem energi.

“Didesain sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat diandalkan, efisien dan berkelanjutan, BESS diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perumahan, perbelanjaan, maupun industri. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik,” kata Irianto.

Langkah tersebut menunjukkan DRMA mulai mengincar rantai bisnis yang lebih luas di tengah percepatan elektrifikasi industri otomotif. Jika sebelumnya bisnis perseroan bertumpu pada manufaktur komponen kendaraan, pengembangan BESS membuka peluang bagi DRMA untuk masuk lebih dalam ke sektor energi yang menjadi fondasi pertumbuhan kendaraan listrik.

Produk BESS DRMA memiliki sejumlah keunggulan, seperti mudah dipasang, tahan lama, serta dapat diintegrasikan dengan pembangkit listrik tenaga surya. Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan energi bersih sekaligus berpotensi menekan biaya listrik.

Bagi DRMA, peluang BESS juga tidak berhenti pada kebutuhan penyimpanan energi rumah tangga maupun industri. Perseroan melihat teknologi ini akan semakin strategis ketika jumlah kendaraan listrik terus bertambah. Pertumbuhan kendaraan listrik akan berjalan beriringan dengan kebutuhan terhadap pasokan listrik yang stabil, infrastruktur pengisian daya, serta sistem penyimpanan energi yang mampu mengelola kebutuhan listrik secara lebih efisien.

Karena itu, DRMA menempatkan BESS sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis kelistrikan. Teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai backup power, tetapi juga dapat menjadi enabler untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.

“Tidak berlebihan kiranya kalau kami melihat bahwa BESS akan memiliki peran untuk ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” ujar Irianto.

Masuknya DRMA ke bisnis BESS juga membawa agenda yang lebih besar, yakni memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri. Perseroan berharap pengembangan produk tersebut dapat mendorong peningkatan kandungan lokal atau TKDN sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

Dengan demikian, ekspansi BESS berpotensi menjadi lebih dari sekadar diversifikasi produk bagi DRMA. Bisnis ini dapat menjadi pintu masuk perseroan untuk menangkap pertumbuhan permintaan energi bersih sekaligus mengambil posisi dalam rantai pasok industri kendaraan listrik yang tengah berkembang.

Di tengah transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi, DRMA pun mulai memperlebar medan pertarungan bisnis. Dari produsen komponen kendaraan, perseroan kini membidik posisi sebagai pemain yang ikut memasok infrastruktur energi untuk menopang ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

APLN Jual Sebagian Saham Proyek ke Investor Jepang, Utang Jadi Sasaran

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mulai mengoptimalkan aset propertinya untuk memperkuat struktur keuangan. Perseroan menggandeng Hankyu Hanshin Properties...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img