Moneter.id
– Perusahaan
listrik milik negara, PT PLN (Persero) optimis penjualan listrik akan kembali
meningkat di era ‘New Normal’. Sebelumnya, secara total konsumsi listrik
mengalami penurunan saat diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar
(PSBB).
Kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril,
langkah yang akan dilakukan untuk
meningkatkan penjualan normal baru pada tahun 2020 meliputi intensifikasi dan
ekstensifikasi.
“Strategi intensifikasi bertujuan untuk mengoptimalkan
pemakaian energi listrik pada pelanggan eksisting dan mempertahankan pelanggan
eksisting,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/6/2020).
Strategi ekstensifkasi, lanjutnya, bertujuan untuk
meningkatkan kWh (kilowatt-hour) dengan
melakukan penambahan pelanggan baru termasuk mengakuisi pelanggan yang memiliki
captive power dan dedieselisasi.
Selain itu, PLN juga melakukan efisiensi biaya,
mencari ceruk pasar baru, optimalisasi layanan berbasis digital melalui New pln
mobile dan kampanye electrifying
lifestyle dan live sales melalui
media sosial.
Dari total konsumsi listrik Mei 2020 sebesar 18,63
Terra Watt hour (TWh) lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 19,39
TWh. Konsumsi Listrik bulan Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 10,73%
terhadap Mei 2019 (yoy).
“Penjualan ini kami genjot juga dari berbagai lini,
dan melihat saat ini kondisi normal baru yang sudah memberikan sedikit banyak
ruang untuk ekonomi lebih bergerak, tentu menjadi angin segar bagi penjualan
listrik di sektor industry dan bisnis PLN,” pungkasnya.




