Moneter.co.id – Dalam rangka mendukung dunia pendidikan,
Bank Indonesia (BI) meluncurkan perpustakaan digital yang bisa diakses oleh
masyarakat umum setiap saat. Hal ini untuk mendukung dunia pendidikan di Indonesia.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI
memiliki komitmen yang kuat terhadap pentingnya perpustakaan sebagai sebuah repository yang menyimpan dan mengelola
pengetahuan itu dengan baik dan juga memberikan fasilitas untuk mengaksesnya
dengan mudah.
“Pengetahuan
yang dikelola tersebut tidak hanya menjadi input dalam proses penyusunan kebijakan dan
riset di BI, tetapi juga pengetahuan yang menjadi output dari kebijakan atau riset
tersebut,” ujar Perry dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa
(31/10).
Selain
itu, tuturnya, perpustakaan sebagai salah satu media untuk mendekatkan
kehadiran BI di tengah masyarakat khususnya stakeholders dari kalangan perguruan tinggi.
Perpustakaan menjadi media untuk diseminasi pengetahuan yang dimiliki oleh Bank
Indonesia kepada masyarakat luas.
“Banyak
sekali publikasi Bank Indonesia berupa laporan, statistik, hasil riset, jurnal,
dan buku-buku yang semuanya dapat dimanfaatkan secara gratis khususnya oleh
dunia pendidikan,” kata Perry.
Perpustakaan
digital ini telah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui aplikasi iBI
Library yang dapat diunduh lewat Google Play Store. Perpustakaan digital ini
merupakan implementasi dari konsep library
without wall yang
dapat diakses 24 jam dan 7 hari seminggu.
Sementara itu, Kepala BI Institute Solikin M Juhro menjelaskan sebagai
koleksi tahap pertama akan disiapkan kurang lebih 1000 judul koleksi digital.
Koleksi yang dimiliki dalam fasilitas ini ke depan tidak hanya dalam bentuk
tertulis, tetapi juga bisa dalam bentuk audio, video.
Menurutnya, yang membedakan BI Digital Library dengan perpustakaan digital
lainnya tentunya adalah kekayaan konten lokal di bidang ekonomi moneter, sistem
keuangan, dan sistem pembayaran yang berkualitas.
“Dengan adanya fasilitas
ini maka kebermanfaatan Perpustakaan BI akan semakin luas dirasakan baik oleh
internal maupun eksternal BI,” tutup Solikin.
Saat
ini, BI telah memiliki 43 perpustakaan yang berada di kantor pusat dan Kantor
Perwakilan (KPw) BI. Sebanyak delapan perpustakaan KPw telah mendapatkan akreditasi
dari Perpustakaan Nasional periode 2017-2020.
Tujuh perpustakaan tersebut
mendapat akreditasi B sementara satu perpustakaan yakni Perpustakaan Kantor
Perwakilan Jawa Tengah mendapat akreditasi A.
(HAP)




