Dalam rangka mendorong ketahanan bisnis UMKM yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM, SMBC Indonesia, melalui program Daya, berkolaborasi dengan Sribu, platform freelancer terkemuka di Indonesia, menghadirkan kampanye edukasi keuangan bertajuk “Tips Anti Bocor Cashflow ala Bisnismu” dengan tagline “Keuangan Rapi, Profit Tinggi.” Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya kolaboratif kedua belah pihak yang telah terjalin sejak Oktober 2024.
“Kolaborasi dengan Sribu yang telah terjalin dalam setahun ini merupakan salah satu bentuk komitmen SMBC Indonesia dalam memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memperkuat kapasitas UMKM melalui edukasi finansial dengan cara yang dekat dengan mereka, sekaligus memberdayakan komunitas kreatif.” kata Andrie Darusman, Communications and Daya Head SMBC Indonesia.
Pihaknya menambahkan bahwa salah satu strategi yang SMBC Indonesia implementasikan untuk mendorong UMKM ‘naik kelas’ adalah melalui inovasi pemberdayaan digital melalui platform daya.id, yang memungkinkan nasabah mengakses pelatihan dan materi kewirausahaan secara online untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka.
“Sribu melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong literasi keuangan UMKM. Melalui kompetisi video ini, Sribu menjadi wadah bagi UMKM dan brand untuk memanfaatkan kontes sebagai solusi bisnis sekaligus sarana untuk saling belajar dan menginspirasi.” ungkap Ryan Gondokusumo, CEO Sribu
Rangkaian kampanye edukasi keuangan ini meliputi Webinar edukatif pada 8 Oktober 2025 yang diikuti oleh lebih dari 100 partisipan; dan Kompetisi video kreatif bertema “Tips Anti Bocor Cashflow ala Bisnismu” pada 10-20 Oktober 2025.
Dengan format kegiatan yang menggabungkan edukasi dan kreativitas, kampanye edukasi keuangan ini diharapkan dapat membantu UMKM di seluruh Indonesia memahami pentingnya manajemen keuangan sekaligus mengimplementasikannya secara nyata untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Kami percaya kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih bermakna bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan bertumbuh di tengah kondisi ketidakpastian, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia,” tutup Andrie.




