Kamis, Oktober 1, 2026

E-Commerce FMCG Bergeser, Kebutuhan Pokok Mulai Kuasai Pasar Digital

Must Read

Peta persaingan industri FMCG di kanal e-commerce mulai berubah. Kategori Food & Beverages (F&B) semakin agresif mengambil pangsa pasar dan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru industri FMCG digital sepanjang semester I 2026.

Data Compas.co.id dalam Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 menunjukkan nilai transaksi F&B mencapai Rp20,6 triliun pada enam bulan pertama 2026. Nilai tersebut tumbuh 52% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut membuat kontribusi F&B terhadap total transaksi FMCG online meningkat dari 20% menjadi 23%. Kinerja ini sekaligus memperlihatkan perubahan pola konsumsi, ketika kebutuhan yang sebelumnya lebih banyak dibeli melalui kanal ritel konvensional mulai berpindah ke platform digital.

Yang menarik, pertumbuhan F&B tidak hanya berasal dari kenaikan harga. Compas.co.id mencatat volume barang yang terjual meningkat 33% YoY. Sementara itu, kenaikan harga sejumlah komoditas tercatat hingga sekitar 15%.

Artinya, pertumbuhan nilai transaksi F&B lebih banyak mencerminkan peningkatan permintaan konsumen dibandingkan sekadar efek inflasi harga.

“Pergeseran belanja di Semester 1 2026 membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital. E-commerce tidak lagi terbatas pada pembelian produk sekunder atau gaya hidup, tetapi mulai menjadi konsiderasi alternatif untuk pembelian kebutuhan pokok, dapur, dan kebutuhan harian masyarakat,” ujar Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id.

Perubahan tersebut tercermin dari kinerja sejumlah produk kebutuhan sehari-hari. Air mineral menjadi subkategori dengan pertumbuhan transaksi tertinggi, yakni 219% YoY. Minyak goreng menyusul dengan pertumbuhan 123% YoY.

Produk lain yang memiliki frekuensi konsumsi tinggi juga mencatat pertumbuhan dua digit hingga tiga digit. Penjualan teh meningkat 97% YoY, mi instan dan pasta tumbuh 91%, gula naik 79%, sementara kopi meningkat 75%.

Di segmen makanan ringan, permen mencatat pertumbuhan transaksi 121% YoY, sedangkan sweet snacks tumbuh 100%. Pergeseran ini memperlihatkan semakin luasnya jenis kebutuhan rumah tangga yang mulai masuk ke keranjang belanja digital.

Momentum Ramadan dan persiapan Lebaran turut memperkuat pertumbuhan F&B pada kuartal pertama 2026. Transaksi buah-buahan melonjak 255% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), sedangkan biskuit dan kue kering tumbuh 157%.

Set hadiah dan hampers juga mencatat pertumbuhan 133% QoQ, sementara kacang meningkat 130%. Dengan demikian, selain pertumbuhan struktural, F&B juga memperoleh tambahan permintaan dari siklus konsumsi musiman.

Di tengah ekspansi tersebut, reseller justru menjadi kanal utama transaksi F&B. Compas.co.id mencatat sebanyak 77% transaksi F&B atau Rp15,8 triliun berlangsung melalui Non-Official Store. Adapun transaksi melalui Official Store mencapai 23% atau Rp4,8 triliun.

Dominasi kanal reseller menunjukkan bahwa pertumbuhan F&B digital tidak hanya ditentukan oleh strategi distribusi resmi pemilik merek. Ekosistem penjual pihak ketiga turut menjadi bagian penting dalam menjangkau konsumen dan mengalirkan produk kebutuhan harian melalui platform digital.

Dari sisi platform, Shopee mencatat transaksi F&B terbesar dengan nilai Rp12,2 triliun atau menguasai 59% pangsa pasar. ShopTokopedia berada di posisi berikutnya dengan transaksi Rp8,1 triliun dan pangsa 39%.

Bagi industri FMCG, perubahan tersebut membuat kanal e-commerce semakin penting bukan hanya sebagai sarana promosi, tetapi sebagai bagian dari rantai distribusi kebutuhan sehari-hari. Perpindahan konsumsi produk pokok ke kanal digital juga membuka ruang persaingan baru bagi produsen, distributor, reseller, dan platform dalam memperebutkan belanja rutin konsumen.

Laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 Compas.co.id mencakup kategori Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare. Data tersebut berasal dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk periode Januari hingga Juni 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Logitech Rilis Zone Vibe Pro, Satu Headset untuk Kerja Hybrid hingga Hiburan

Logitech memperluas lini perangkat audio untuk kebutuhan kerja hybrid dengan meluncurkan Zone Vibe Pro pada 30 September 2026. Headset...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img