Kamis, Oktober 1, 2026

GrabCar Group Ride Melonjak 30 Kali Lipat, Pekerja Jadi Pengguna Utama

Must Read

Grab Indonesia mencatat pertumbuhan pesat pada layanan GrabCar Group Ride. Sejak diperkenalkan pada April 2026, jumlah perjalanan menggunakan fitur berbagi perjalanan tersebut telah melonjak hingga 30 kali lipat dalam lima bulan.

Marketing Director Grab Indonesia Asep Haekal mengatakan pertumbuhan tersebut terjadi meski pada fase awal peluncuran Grab belum melakukan komunikasi pemasaran secara masif. Adopsi justru meningkat signifikan setelah perusahaan mulai menggenjot kampanye untuk memperkenalkan fitur tersebut kepada pasar.

“Jadi memang tidak kita shout atau tidak kita komunikasikan. Seiring berjalannya bulan, ternyata peningkatan itu sampai 30 kali lipat pada saat kita sudah mulai pasarkan,” ujar Asep dalam acara Media Gathering GrabCar Group Ride di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya permintaan terhadap layanan mobilitas yang dapat menekan biaya perjalanan, khususnya untuk perjalanan bersama. GrabCar Group Ride memungkinkan beberapa pengguna bepergian dalam satu kendaraan sekaligus membagi biaya perjalanan melalui mekanisme pembayaran yang tersedia di aplikasi.

Grab menyediakan tiga skema pembagian tarif, yakni pembagian ongkos secara rata, pembagian secara proporsional berdasarkan jarak perjalanan masing-masing penumpang, serta pembayaran penuh oleh salah satu penumpang.

Meski demikian, layanan tersebut masih memiliki batasan. GrabCar Group Ride belum dapat digunakan apabila seluruh penumpang memiliki titik penjemputan dan tujuan yang sepenuhnya berbeda.

Menurut Asep, pengembangan fitur tersebut tidak hanya menyasar aspek efisiensi biaya, tetapi juga kemudahan transaksi dan pengalaman perjalanan secara berkelompok. “Tujuannya ada tiga: biar lebih hemat, lebih gampang karena nggak usah tagih-tagih, dan yang ketiga lebih seru karena bareng sama teman-teman,” jelasnya.

Dari sisi pola penggunaan, segmen pekerja menjadi salah satu kontributor utama. Data Grab menunjukkan pekerja menyumbang 23,8% dari total perjalanan GrabCar Group Ride dan menggunakan fitur tersebut dengan frekuensi sekitar dua kali lebih tinggi.

Pola perjalanan juga memperlihatkan bahwa layanan ini erat dengan mobilitas masyarakat pada hari kerja. Sebanyak 7 dari 10 perjalanan berlangsung pada hari kerja, dengan konsentrasi penggunaan terutama pada jam pulang kantor dan waktu makan malam.

Permintaan tercatat tinggi pada periode pukul 18.00–20.00 WIB serta 21.00–22.00 WIB. Data tersebut menunjukkan fitur berbagi perjalanan berpotensi menjadi bagian dari pola mobilitas komuter, khususnya ketika pengguna bepergian bersama rekan kerja atau teman setelah aktivitas kantor.

Secara geografis, Jakarta masih menjadi pasar terbesar GrabCar Group Ride dengan kontribusi 61,21% dari total penggunaan. Bali menyusul dengan porsi 19,83%, sedangkan Bandung menyumbang 4,5%.

Dari sisi akuisisi pengguna, Grab mencatat sekitar 32% pengguna GrabCar Group Ride merupakan pengguna baru maupun pengguna lama yang kembali aktif. Angka tersebut menunjukkan fitur ini tidak hanya meningkatkan frekuensi penggunaan dari basis pelanggan yang sudah ada, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk untuk menarik kembali pengguna ke ekosistem layanan Grab.

Efisiensi tarif menjadi salah satu faktor yang paling menonjol. Berdasarkan data internal Grab, 7 dari 10 perjalanan menggunakan GrabCar Group Ride mampu menghemat biaya hingga 54,6% dibandingkan pemesanan kendaraan secara individu.

Lonjakan penggunaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa strategi Grab mulai bergerak dari sekadar menyediakan layanan transportasi individual menuju model mobilitas bersama yang mengandalkan efisiensi biaya dan aktivitas perjalanan berkelompok. Jika tren adopsi berlanjut, pola ini dapat memperluas penggunaan layanan ride-hailing di luar perjalanan individu, terutama pada segmen pekerja dan mobilitas perkotaan pada jam sibuk.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

E-Commerce FMCG Bergeser, Kebutuhan Pokok Mulai Kuasai Pasar Digital

Peta persaingan industri FMCG di kanal e-commerce mulai berubah. Kategori Food & Beverages (F&B) semakin agresif mengambil pangsa pasar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img