Rabu, April 29, 2026

Efisiensi Operasi Topang Kinerja TLDN, Pendapatan Naik Jadi Rp1,37 Triliun pada Awal 2026

Must Read

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membuka tahun 2026 dengan catatan kinerja yang masih tumbuh di tengah tekanan margin industri sawit. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,37 triliun pada kuartal I/2026, naik 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO), yang masih menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan perseroan. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, penjualan CPO tercatat mencapai Rp1,21 triliun atau tumbuh 8,2% secara tahunan, meski harga jual rata-rata terkoreksi 2%.

Di tengah fluktuasi harga komoditas, TLDN juga mencatat stabilitas pendapatan dari palm kernel (PK) sebesar Rp96,92 miliar. Segmen ini ditopang kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5,3%, walaupun volume penjualan mengalami penurunan.

Sementara itu, penjualan crude palm kernel oil (CPKO) tercatat sebesar Rp54,56 miliar, turun 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini sejalan dengan volume penjualan yang lebih rendah, meskipun harga jual rata-rata masih meningkat 5%.

Di sisi laba, tekanan biaya produksi dan dinamika pasar membuat laba kotor perseroan turun 11,7% menjadi Rp348,22 miliar. Namun, TLDN masih mampu menjaga profitabilitas dengan membukukan EBITDA sebesar Rp322,31 miliar dan laba bersih Rp181,77 miliar.

Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, menilai capaian kuartal pertama mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

“Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan penguatan operasional jangka panjang. Meskipun terdapat dinamika pada produksi di beberapa segmen, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam menjaga produktivitas kebun dan mengoptimalkan kinerja pabrik tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Wishnu.

Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti tercatat 253.459 ton, turun tipis 0,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, produksi TBS plasma meningkat cukup signifikan sebesar 14,4% menjadi 40.378 ton.

Kenaikan pasokan dari kebun plasma dan tambahan suplai dari pihak ketiga membuat total TBS yang diolah perseroan naik 5,9% menjadi 346.609 ton.

Peningkatan volume olahan tersebut berdampak langsung pada produksi CPO yang naik 6,3% menjadi 78.997 ton. Perseroan juga mencatat perbaikan tingkat ekstraksi minyak sawit (OER) menjadi 22,79%, yang menjadi indikator meningkatnya efisiensi pabrik.

Produksi inti sawit juga tumbuh 6,4% menjadi 12.791 ton, sementara produksi CPKO mencapai 3.215 ton dengan tingkat ekstraksi sebesar 40,25%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wishnu menegaskan, perusahaan terus menjaga produktivitas melalui penerapan praktik perkebunan terbaik dan digitalisasi proses operasional. Menurutnya, pemanfaatan teknologi kini menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing.

“Hal ini didukung oleh penerapan praktik perkebunan terbaik, optimalisasi pemupukan, serta pemeliharaan infrastruktur kebun secara berkelanjutan, serta implementasi teknologi dalam kegiatan operasional,” imbuhnya.

Salah satu strategi yang diperkuat perseroan adalah implementasi program Teladan Productivity Technology Science (TPTS), yang mengintegrasikan data, sains, dan teknologi dalam pengelolaan kebun serta pabrik guna menjaga konsistensi produksi.

Di sisi keberlanjutan, TLDN juga memperkuat implementasi Teladan Green Metrics (TGM) sebagai bagian dari strategi ESG perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan yang terukur.

Manajemen optimistis penguatan operasional dan disiplin eksekusi strategi akan menjadi modal utama untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah prospek industri sawit yang masih dibayangi volatilitas harga global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Genjot Infrastruktur Daerah, PT SMI Kucurkan Pembiayaan Rp70 Miliar ke Singkawang

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) kembali memperluas pembiayaan ke pemerintah daerah dengan menggelontorkan dana Rp70 miliar kepada Pemerintah Kota...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img