Moneter.co.id – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif
Budimanta menyatakan perekonomian Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh sampai
dengan 5,7% di tahun 2018. Meskipun target yang telah ditetapkan pemerintah
dalam APBN sebesar 5,4%.
“Pemerintah
harus bekerja keras dan melakukan terobosan-terobosan untuk mengejar
pertumbuhan yang tinggi,” kata Arif.
Namun,
lanjut Arif, kalau hanya berjalan seperti biasa atau business
as usual dan tidak ada terobosan serta ketergantungan kita
kepada dunia luar maka pertumbuhan ekonomi malah bisa di bawah 5,4%.
Ia
menilai sektor yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan
ekonomi adalah investasi dan ekspor. “Dua elemen itu merupakan faktor yang
memang paling fundamental yang cukup lama kita tidak menanganinya dengan
serius,” tambahnya.
Sebelumnya,
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Pilkada
serentak di 171 daerah bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di 2018.
“Dengan
adanya 171 Pilkada itu, dampaknya akan menaikkan pertumbuhan sehingga
pertumbuhan ekonomi 5,4% yang kita perkirakan di APBN, boleh jadi bisa
lebih,” ujarnya.
Menkop berharap pada 2018 ini masyarakat tidak lagi
menahan diri untuk berinvestasi di dalam negeri. “Pemerintah terus meyakinkan
pasar agar tetap optimistis pada 2018,” tutup Darmin.
(HAP)




