Rabu, April 22, 2026

Ekspor Naik USD 302,42 Juta di 2017, Industri Mainan Jadi Andalan

Must Read

Moneter.id – Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur
andalan di Indonesia karena berorientasi ekspor. Untuk itu, kinerja sektor ini
tengah dipacu guna memperbaiki struktur ekonomi nasional yang sedang mengalami
defisit neraca perdagangan.
 

Pemerintah saat ini
sangat mendorong industri yang produknya berorientasi ekspor
.
Apalagi
dalam
kondisi perekonomian dunia yang
juga sedang melambat, kita jangan hanya fokus pada pasar domestik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga
Hartarto
di Jakarta, Selasa (2/10)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
mencatat, industri mainan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan melalui sumbangan dari nilai ekspor
pada
tahun 2017
yang
mencapai USD302,42 juta atau naik 11,84% dibanding capaian tahun 2016 sebesar USD270,36 juta.

“Pemerintah telah membuat beberapa kebijakan yang
dapat
mendorong ekspor, di antaranya adalah pemberian insentif fiskal untuk industri melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),”
tutur Menperin.

Selain itu, peran
penting industri mainan di dalam perekonomian, tercatat dari
nilai produksi yang mencapai Rp10,7 triliun dengan kapasitas sebesar 4.575 ton pada tahun 2017. Kemudian, di tahun
lalu juga, nilai investasi industri mainan bisa menembus hingga
Rp410 miliar dan sampai saat ini jumlah tenaga kerja yang
mampu diserap sebanyak
23.116 orang.

“Jadi, sektor ini pun tergolong padat karya, dengan
memberikan multiplier effect bagi
ekonomi kita dan kesejhateraan masyarakat,” tegas Airlangga.

Oleh karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT
Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di dalam negeri yang telah
beroperasi sejak tahun 1992
. Ini sekaligus menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim
investasi
di
Indonesia
.

“Melalui PT Mattel Indonesia, kita punya produsen
mainan yang telah menguasai pasar global. Untuk boneka merek Barbie, enam dari
10 yang beredar di dunia itu dihasilkan dari perusahaan tersebut. Sedangkan,
mobil mainan Hot Wheels, dua dari 10 produk yang ada di dunia merupakan buatan
anak bangsa kita,” paparnya.

Apresiasi lainnya diberikan kepada PT Mattel Indonesia
karena perusahaan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai
ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas USD150 juta per tahun.
“T
entunya kinerja
ini
sudah sejalan dengan kebijakan Bapak
Presiden
Joko Widodo dalam
me
macu industri nasional yang padat karya berorientasi ekspor,” jelas Airlangga.

Seiring implementasi industri 4.0 di Tanah Air, PT. Mattel Indonesia sudah menerapkan teknologi full robotic dalam proses produksinya,
sehingga hasilnya lebih efisien, optimal, dan berkualitas. “Yang juga patut
dibanggakan adalah mesin produksi mereka yang menggunakan teknologi digital
tersebut dibuat oleh insinyur-insinyur kita,” ungkap Airlangga.

Oleh karena itu, Menperin menyambut baik inisiatif dan kesediaan PT. Mattel
Indonesia untuk menjadi lighthouse
project
bagi produsen mainan di
dalam negeri.

“Kami
optimis, dengan implementasi Industri 4.0
seperti yang dilakukan PT. Mattel Indonesia, maka Indonesia dapat mencapai top
10 ekonomi global pada tahun 2030 melalui peningkatan ekspor ne
tto hingga 10% dari PDB serta peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi dan
inovasi
,”
tutupnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Faktor-faktor Penting untuk Meningkatkan Ranking Website

Dalam dunia digital marketing, search engine optimization (SEO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Namun,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img