Selasa, Maret 3, 2026

Ekspor Perdana Briket Arang Kelapa ke Jepang Senilai USD 19,2 Ribu

Must Read

MONETER

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menyatakan kementeriannya
terus memfasilitasi serta meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia melalui berbagai program. Salah satunya ekspor
perdana ke Jepang satu kontainer produk briket arang kelapa (coconut charcoal briquette) senilai USD
19,2 ribu yang dilaksanakan pada, Sabtu (12/8/2022).


“Capaian tersebut diraih CV Coco Indonesia Maju
sebagai peserta program pendampingan ekspor (
Export Coaching Program/ECP) wilayah Jawa Barat. Program tersebut
adalah kerja sama antara Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan
(PPEJP) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat,” ujar
Suhanto.


Ekspor perdana ini dilepas Kepala PPEJP Sugih
Rahmansyah, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar M. Lukmanul
Hakim, perwakilan dari Disdag Kabupaten Bandung Barat, Free Trade Agreements
(FTA) Center Bandung, serta pendamping ECP Jawa Barat Abdillah Sani. Pelepasan
juga disaksikan secara virtual Duta Besar RI untuk Jepang dan Mikronesia Heri
Akhmadi didampingi Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono.


Sementara, Duta Besar RI untuk Jepang dan Mikronesia,
Heri Akhmadi mengungkapkan, briket arang kelapa cukup diminati di sejumlah
negara, termasuk Jepang. “Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo siap memfasilitasi
pelaku usaha di Indonesia untuk dapat memasarkan produknya ke Jepang.
Diharapkan program pendampingan semakin masif untuk dapat mendorong ekspor
Indonesia ke Jepang,” jelas Heri.


Kepala PPEJP Sugih Rahmansyah mengutarakan
apresiasinya kepada CV Coco Indonesia Maju sebagai UKM milennial Jawa Barat
yang berhasil melakukan ekspor perdana meskipun baru memasuki tahap ke-4 dari
delapan tahap ECP.


“Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat menginspirasi
peserta ECP lainnya serta UKM di seluruh Indonesia untuk melakukan ekspor
sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor nasional dan berkontribusi dalam
pemulihan ekonomi,” ujar Sugih.


Capaian tersebut diwujudkan dari komitmen dan peran
pendamping PPEJP Kementerian Perdagangan yang bersinergi bersinergi dengan
kementerian/lembaga, BUMN, sektor swasta, serta pemerintah daerah. Seluruh
pemangku terkait memberikan motivasi kepada para pelaku usaha secara khusus
kepada UKM peserta ECP untuk dapat menembus pasar ekspor.


Total perdagangan
Indonesia-Jepang pada 2021 mencapai USD 32,5 miliar. Adapun pada Januari – Juli
2022, totalnya tercatat USD 20,2 miliar atau naik 38,9% dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Jepang tercatat USD 11,8 miliar
sedangkan impor Indonesia dari Jepang USD 8,4 miliar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img