Rabu, Januari 14, 2026

Februari 2017 Nilai Tukar Petani Sumut Turun 0,52 Persen

Must Read

Moneter.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) Syech Suhaimi mengatakan nilai tukar petani (NTP) Sumut pada bulan Februari 2017 tercatat sebesar 99,80 atau turun 0,52 persen dibandingkan dengan NTP pada Januari 2017 yang sebesar 100,33.

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan NTP pada subsektor tanaman pangan (padi dan palawija) sebesar 2,01 persen, subsektor hortikultura turun 2,61 persen. Sedangkan, tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,73 persen, NTP subsektor peternakan naik 0,64 persen, dan NTP subsektor perikanan naik sebesar 0,38 persen.

“NTP tersebut diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli di pedesaan,” katanya, Senin (13/3).

Menurutnya, NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. “Jadi, semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani. Begitu pula sebaliknya,” ucap Suhaimi.

Di satu sisi ia memaparkan perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi perdesaan. Pada Februari 2017 terjadi deflasi pedesaan di Sumut 0,18 persen. 

Hal ini disebabkan oleh penurunan indeks pada tiga kelompok konsumsi rumah tangga, yakni indeks kelompok bahan makanan sebesar 0,85 persen; indeks kelompok sandang 0,03 persen; dan indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,26 persen.

Sedangkan indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,04 persen; indeks kelompok perumahan naik 0,37 persen; indeks kelompok kesehatan naik 0,10 persen; dan indeks kelompok transportasi dan komunikasi naik 1,55 persen.

“Sementara itu nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Provinsi Sumut Februari 2017 sebesar 107,51 atau turun 0,98 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tutup Suhaimi.

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img