Rabu, September 2, 2026

FedEx Bidik 57 Juta UMKM Indonesia untuk Naik Kelas ke Pasar Ekspor

Must Read

Besarnya basis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia belum sepenuhnya tercermin dalam kontribusinya terhadap ekspor. Dari sekitar 57 juta UMKM yang menopang perekonomian nasional, kontribusi sektor tersebut terhadap ekspor Indonesia baru mencapai sekitar 15,7%.

Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mendorong lebih banyak UMKM menembus pasar internasional. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM), UMKM menyumbang 60,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja.

Melihat besarnya potensi tersebut, Federal Express Corporation atau FedEx meluncurkan FedEx Export Challenge untuk pertama kalinya di Indonesia. Program berskala nasional ini ditujukan untuk membekali UMKM siap ekspor dengan pengetahuan, pendampingan, dan dukungan logistik agar mampu memperluas bisnis ke pasar internasional.

“UMKM Indonesia menghasilkan produk-produk berkelas dunia, mulai dari makanan dan minuman hingga fesyen dan kerajinan tangan. Namun, masih terlalu sedikit yang berhasil menjangkau pembeli internasional,” ujar Bianca Wong, Vice President, Operations, FedEx Southeast Asia, dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Menurut Bianca, keterbatasan ekspor UMKM bukan semata disebabkan oleh kualitas produk atau minimnya ambisi pelaku usaha. Persoalan justru kerap muncul karena terbatasnya akses terhadap sumber daya dan mitra yang dapat membantu bisnis memasuki pasar global.

“Kesenjangan ini bukan disebabkan oleh kurangnya ambisi atau kualitas, melainkan sering kali karena keterbatasan akses terhadap sumber daya dan mitra yang dibutuhkan untuk mengambil langkah berikutnya,” katanya.

Melalui FedEx Export Challenge, perusahaan ingin mempersempit kesenjangan tersebut dengan memberikan pelatihan ekspor yang praktis sekaligus dukungan logistik. “Kami ingin memberikan kepercayaan diri dan perangkat yang dibutuhkan oleh bisnis yang siap ekspor untuk bersaing di panggung global,” ujar Bianca.

Pendaftaran program dibuka mulai 1 September hingga 18 September 2026. Bekerja sama dengan BD Ekspor, platform edukasi dan pengembangan bisnis ekspor Indonesia, program tersebut tidak dipungut biaya dan terbuka bagi UMKM siap ekspor di seluruh Indonesia.

Founder BD Ekspor Nicholas Dennis mengatakan tantangan UMKM Indonesia bukan terletak pada minimnya produk yang memiliki daya saing. Menurut dia, persoalan yang lebih mendasar adalah belum banyak pelaku usaha memiliki peta jalan dan mitra yang tepat untuk membawa produknya ke pasar internasional.

“Indonesia tidak kekurangan produk-produk unggulan. Hal yang belum dimiliki banyak pelaku usaha adalah peta jalan yang jelas serta mitra yang tepat untuk membantu mereka menembus pasar lintas negara,” ujar Nicholas.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan FedEx memungkinkan BD Ekspor menggabungkan edukasi ekspor dengan dukungan jaringan logistik global. “Misi kami di BD EKSPOR selalu untuk membantu UMKM yang siap ekspor menjadi eksportir yang benar-benar kompetitif, dan kolaborasi dengan FedEx memungkinkan kami menggabungkan edukasi ekspor yang praktis dengan kekuatan jaringan logistik global untuk mewujudkan ambisi tersebut,” katanya.

Selama mengikuti program, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai strategi pasar, logistik, proses kepabeanan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga strategi pertumbuhan bisnis. Materi tersebut akan diperkuat dengan wawasan dari jaringan global FedEx yang mencakup lebih dari 220 negara dan wilayah.

Peserta juga akan mengikuti bootcamp secara daring sebelum mengajukan proposal ekspor. Para finalis selanjutnya akan mempresentasikan strategi pertumbuhan ekspor mereka dalam Grand Final pada Oktober 2026. Pemenang akan diumumkan dalam Indonesia Exporters Conference (IEC) 2026 pada November.

Tiga pemenang teratas akan memperoleh dukungan finansial, kredit pengiriman FedEx, serta coaching ekspor dari BD Ekspor. Pemenang pertama mendapatkan hadiah US$3.000, sementara pemenang kedua dan ketiga masing-masing memperoleh US$1.500 dan US$1.000.

Bagi FedEx, Export Challenge menjadi bagian terbaru dari upaya perusahaan mendukung pelaku usaha Indonesia memperluas akses ke pasar internasional. FedEx telah mendukung bisnis Indonesia terhubung dengan pelanggan global sejak 1985.

Dengan jumlah UMKM yang mencapai sekitar 57 juta dan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,5%, peningkatan kapasitas ekspor sektor tersebut menjadi salah satu ruang yang masih terbuka lebar. Tantangannya adalah mengubah basis UMKM yang besar tersebut menjadi lebih banyak eksportir yang mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ancaman Siber Seluler Asia Pasifik Makin Ganas, Indonesia Catat 15.163 Deteksi

Ancaman siber terhadap perangkat seluler di kawasan Asia Pasifik semakin tertarget. Pelaku kejahatan siber kini tidak hanya mengejar jumlah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img