Moneter.id – Perusahaan fintech peer-to-peer
lending Modal Rakyat menargetkan penyaluran pendanaan menjadi sebesar Rp500
miliar untuk 10.000 UMKM sepanjang 2020.
“Kami berkomitmen membantu UMKM karena Modal Rakyat
yang berdiri pada tahun 2018 juga berawal dari keprihatinan akan sulitnya akses
permodalan bagi pelaku UMKM,” kata Co-Founder
Modal Rakyat, Stanislaus Tandelilin, Minggu (2/2/2020).
Katanya, target penyaluran dana sebesar Rp500 miliar itu naik
signifikan dari saat ini sebesar Rp150 miliar untuk ribuan UMKM. “Sumut
khususnya Kota Medan menjadi salah satu daerah yang diincar Modal Rakyat untuk
pembiayaan ke UMKM,” ujarnya.
Pasalnya, pendana Modal Rakyat sebagian dari warga Sumut.
Untuk di Sumatera, sejak Juni 2018 hingga 30 Januari 2020 tercatat sudah ada
1.000 pendana dengan pendanaan lebih dari Rp3 miliar kepada 1.200 UMKM.
“Di Sumut, Modal Rakyat telah menyalurkan pendanaan
lebih dari Rp90 juta dan diharapkan akan naik signifikan pada tahun ini,”
katanya.
Tegasnya, Modal Rakyat yang terdaftar di Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), tidak hanya menjadi perusahaan yang memfasilitasi antara
pendana dan peminjam (peer-to-peer
lending) yang mengedepankan nilai gotong royong.
Tetapi, juga mengantongi beberapa prestasi, seperti
pemenang program Digitaraya Google Launchpad, finalis NTT Docomo Startup
Challenge Award dan Sertifikasi ISO 27001:2013.
“Modal Rakyat ingin berkontribusi dalam membangun
inklusi keuangan melalui fintech sebagai pembiayaan alternatif untuk semua
sektor UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Melalui Modal Rakyat, masyarakat bisa berkontribusi
dengan menyisihkan uangnya tidak hanya untuk memperoleh imbal hasil, tetapi
juga secara nyata membangun UMKM.
“Untuk melindungi dan menjaga keamanan data pendana,
Modal Rakyat bekerja sama dengan PrivyID, selaku penyedia jasa layanan tanda
tangan elektronik yang telah memiliki izin pada Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI,” ujarnya.




