Perusahaan keamanan siber global memperkuat strategi ekspansi bisnis di kawasan Asia Pasifik melalui penunjukan sebagai Senior Vice President Asia Pacific (APAC). Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar keamanan siber yang semakin besar seiring percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor.
Dari basis operasionalnya di Singapura, Luca akan memimpin organisasi penjualan Fortinet di Jepang, Asia Utara, Asia Selatan yang mencakup Asia Tenggara, India dan SAARC, Australia, hingga Selandia Baru. Ia juga bertugas memperkuat strategi regional, mempererat hubungan dengan pelanggan dan mitra, serta mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Fortinet menilai Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan dengan perkembangan industri keamanan siber paling pesat. Digitalisasi bisnis, modernisasi infrastruktur, serta meningkatnya penggunaan AI mendorong kebutuhan organisasi terhadap sistem keamanan yang lebih terintegrasi.
Executive Vice President International Sales Fortinet, , mengatakan pengalaman panjang Luca di industri teknologi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar regional.
“Asia Pasifik terus menjadi salah satu pasar keamanan siber yang paling dinamis di dunia seiring organisasi mempercepat transformasi digital, mengadopsi AI, dan memodernisasi infrastruktur kritis. Pengalaman Luca yang luas di industri, fokusnya terhadap pelanggan, serta rekam jejaknya dalam membangun tim berkinerja tinggi akan semakin memperkuat kepemimpinan kami di Asia Pasifik dan menempatkan kami pada posisi yang lebih baik untuk terus mendukung pelanggan, mitra, dan tim seiring kami menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Luca memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang keamanan siber, jaringan, Secure Access Service Edge (SASE), keamanan cloud, dan layanan terkelola. Sebelum kembali bergabung dengan Fortinet, ia menjabat sebagai eksekutif senior di GCX Managed Services. Ia juga pernah hampir delapan tahun memimpin bisnis Fortinet di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).
Menurut Luca, kombinasi kapabilitas jaringan, keamanan, dan AI yang dimiliki Fortinet menjadi keunggulan perusahaan dalam menjawab kebutuhan pelanggan yang terus memodernisasi infrastruktur digital.
“Fortinet telah membangun salah satu platform keamanan siber paling komprehensif dan terintegrasi di industri, yang menggabungkan kapabilitas jaringan, keamanan, dan AI untuk membantu organisasi mengurangi kompleksitas sekaligus memperkuat ketahanan siber. Seiring pelanggan terus memodernisasi infrastruktur dan mengadopsi AI, Fortinet berada pada posisi yang sangat baik untuk membantu mereka mengamankan setiap tahap perjalanan digital mereka,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan akan melanjutkan momentum pertumbuhan di Asia Pasifik melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pelanggan dan mitra.
“Saya sangat antusias dapat kembali bergabung dengan Fortinet dan bekerja sama dengan pelanggan, mitra, serta seluruh tim di Asia Pasifik untuk melanjutkan momentum kuat yang telah dibangun perusahaan dan membantu semakin banyak organisasi mengadopsi tahap berikutnya dalam transformasi digital secara aman,” tutup Luca.




