Moneter.co.id – Menteri
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan
pihaknya menggandeng perguruan tinggi dalam perekrutan pendamping dana desa.
“Perguruan
tinggi yang tergabung dalam Perguruan Tinggi Untuk Desa (Pertides) turut
membantu dalam perekrutan pendamping dana desa. Kemendes hanya juri saja,” ujar
Eko di Jakarta, Jumat (08/12).
Menurut
Mendes, untuk
perekrutan pendamping dana desa pada 2018, akan menggunakan sistem online, sehingga
tidak ada lagi yang namanya titipan. “Tak
hanya itu, Kemendes juga meminta agar Pertides melakukan evaluasi terhadap dana
desa. Apakah sudah menyejahterakan masyarakat atau belum,” ucap Eko.
Ia mengatakan pada 2018, dana
desa akan disisihkan untuk pendidikan vokasional di desa yang akan melibatkan Pertides. “Kami
akan alokasi dana inovasi desa sebagian untuk pendidikan vokasional. Untuk
besarannya, kami akan kita bahas dengan Pertides,” kata Eko.
Eko berharap,
pemerintah bisa menyisihkan anggaran pendidikan untuk pendidikan vokasional. “Anggaran pendidikan tersebut
cukup tinggi, yakni Rp 420 triliun. Selain itu, program vokasional dapat
memangkas jurang tenaga kerja yang hanya lulusan SMP dan SD,” tegas Mendes. (HAP)




