Rabu, Januari 14, 2026

Gebyar UKM 2018 di Bali: Moka Dukung UKM Kreatif Gunakan Komputasi Awan

Must Read

Moneter.id – Moka, startup penyedia layanan kasir digital, mendukung
pelaku usaha kreatif dari seluruh Indonesia dalam acara Gebyar UKM Bali 2018 yang
diselenggarakan oleh MarkPlus Inc bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM
Republik Indonesia di Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Kamis (11/10).

VP
Brand & Marketing
Moka, Bayu Ramadhan mengatakan, pihaknya mendukung
keseluruhan acara ini dan membagikan strategi tepat bagi para peserta acara
untuk meningkatkan daya saing bisnis kreatif yang baru dibangun.

Dengan topik “UKM Indonesia Jaman Now”, Gebyar UKM
Indonesia 2018 akan mengajak para pelaku UKM Indonesia meningkatkan level of playing field dengan teknologi
dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif ditingkat nasional maupun
global.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar,
Made Erwin Suryadharma Sena, menjelaskan bahwa UKM memiliki tiga tantangan yang
harus dihadapi untuk bisa naik kelas yaitu sumber daya manusia, pendanaan dan
juga akses pasar.

“Solusi masalah utama UKM ini, dapat dibantu dengan
memberikan pelatihan dari segi manajemen dan kemitraan, selain itu segala aspek
pemasaran dan bahkan produksi bisa dimanfaatkan dengan mengandalkan penetrasi
teknologi,” jelasnya.

Menurut data dari Asian Productivity Organization (APO),
selama 25 tahun produktivitas Indonesia tumbuh 3,1% per tahun, namun
dibandingkan negara lainnya produktivitas per pekerja Indonesia saat ini berada
pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO.

Sedangkan di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja
Indonesia berada pada urutan ke-4. Sehingga masih banyak yang harus
ditingkatkan baik dalam hal, pemanfaatan teknologi, kualitas SDM, manajemen,
dan inovasi produk.

“Bisnis yang sudah bertahan lebih dari 18 bulan dan cepat
beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk menunjang bisnisnya. Tidak hanya
bertahan, namun mereka juga selalu melakukan inovasi agar unggul dibanding
bisnis sejenis lainnya,” ungkap Bayu.

UMKM masih sering melakukan operasi penjualan secara
manual, terutama dalam sistem kasir dan point-of-sale.
Sistem kasir yang memuat tentang data penjualan, informasi stok, dan seputar
transaksi bisnis, kebanyakan masih dijalankan manual dengan catatan tangan,
sehingga mengganggu efisiensi dan produktivitas UMKM dalam berbisnis.

Bayu menambahkan, cara cepat bagi bisnis dalam
beradaptasi adalah menggunakan teknologi terbaru yang dapat membantu efisiensi
dan efektivitas bisnis. “Salah satunya dengan menggunakan komputasi awan (cloud based) yang sifatnya cepat dan real-time,” tungkasnya.

Menurut data Delloitte Access, UKM yang mengadaptasi
teknologi komputasi awan dalam bisnisnya mampu meningkatkan pendapatan sampai
dengan 80%, dan juga 1,5 kali lebih besar dalam membuka lapangan pekerjaan.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img