Rabu, Januari 14, 2026

Gelar Market Outlook 2023, Bank Muamalat: Digitalisasi Kunci Pertumbuhan Bisnis Bank Syariah

Must Read

MONETER – PT Bank Muamalat
Indonesia Tbk
menggelar Market Outlook 2023 dengan mengusung tema
Digital Trend in Financial Institution pada Kamis, 10 November 2022 di
The Westin, Jakarta Selatan.


Market Outlook
2023 ini diharapkan dapat membantu nasabah dan calon nasabah Bank Muamalat
dalam menyiapkan strategi bisnis ke depan. Selain itu, ajang ini merupakan
wujud dari apresiasi Bank Muamalat kepada para nasabah loyal yang telah
mendukung pertumbuhan bisnis perseroan hingga saat ini.


Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji
(BPKH) Fadlul Imansyah mengatakan, Market Outlook 2023 yang digagas oleh Bank
Muamalat ini merupakan wadah berbagi pengetahuan bagi para pelaku industri
keuangan
khususnya
keuangan syariah.


Per Juni 2022
dana haji yang dikelola oleh BPKH mencapai sekitar Rp158 triliun yang
dialokasikan dalam bentuk investasi sebesar kurang lebih 73% dan penempatan di
bank syariah sebesar kurang lebih 27%.


Dana
haji yang dikelola oleh BPKH diproyeksikan dapat mencapai pada kisaran Rp160
triliun pada akhir tahun 2022
,” ucapnya disiaran persnya, Kamis
(10/11/2022).
 


Jelasnya, BPKH turut berkontribusi terhadap perekonomian syariah. Tercatat pada
akhir tahun 2021 penempatan BPKH pada perbankan syariah mencapai 7% dari total
aset seluruh perbankan syariah di Indonesia.


Dari sisi
investasi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), investasi BPKH mencapai
kurang lebih 9% dari total
outstanding
SBSN di Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya peluang kerja sama yang dapat
dilakukan bersama BPKH ataupun melalui Bank Muamalat untuk memberikan dampak
positif atas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.


“Potensi dana kelolaan
BPKH sangat besar dalam mengembangkan ekosistem institusi keuangan khususnya
keuangan syariah. Tentu saja proses digitalisasi atas beberapa bisnis proses
yang ada akan lebih mengoptimalkan dan mengefisiensikan pengelolaan keuangan
haji yang telah ada saat ini,” ujarnya.


Sementara, Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K.
Permana
menambahkan, implementasi
digital merupakan keniscayaan bagi sebuah bank
dan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan di
industri
“Sebagai pionir perbankan syariah di Tanah Air
pihaknya sangat serius dalam mengembangkan infrastruktur
digital banking,”
paparnya.


Menurutnya, era digital membuat semua bank kini
berada di ‘
playing field’ yang sama sehingga ini menjadi peluang yang harus
dimanfaatkan oleh bank syariah.


“Transformasi digital merupakan salah satu dari tiga
pilar utama dalam strategi bisnis Bank Muamalat yang mana implementasinya hingga
saat ini sudah sangat memuaskan. Oleh karena itu menurut saya tidak ada lagi
alasan bagi kita untuk tidak beralih ke bank syariah karena infrastruktur
digital yang diperlukan oleh nasabah sudah terakomodir,” katanya.


“Ancaman resesi bukan
untuk dihindari, tapi justru dijadikan peluang karena masih banyak
sektor-sektor yang mampu tumbuh positif apalagi didukung oleh konsumsi
masyarakat yang masih cukup tinggi,”
tutup ekonom senior Aviliani.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img