Kamis, Januari 15, 2026

GMF Kucurkan Belanja Modal USD 50 Juta

Must Read

Moneter.id – Menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 10 persen sampai
dengan akhir 2020, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF)
mengucurkan belanja modal sebesar 50 juta dolar AS.

Kata Direktur Utama GMFI Tazar Marta Kurniawan, besaran
belanja modal tersebut sebagian besar dialokasikan untuk ekspansi bisnis baik secara
organik dan non-organik.

“Tahun ini kami optimistis akan ada peningkatan untuk
pendapatan dari group seiring dengan rencana penambahan armada di tahun ini.
Dari non Group, tahun ini kami menargetkan pekerjaan redelivery meningkat menjadi 35 proyek dari sebelumnya 14 proyek di
tahun 2019,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Tazar menambahkan perseroan menargetkan pendapatan dapat
tumbuh sekitar 5% dengan pertumbuhan laba bersih sekitar 10%.

“Target kenaikan pendapatan di tahun ini akan diikuti
langkah efisiensi seperti mengoptimalkan kapabilitas yang dimiliki dan juga
memaksimalkan penggunaan Part Manufacturing Approval (PMA),” katanya.

Tazar yakin melalui efisiensi yang sejalan dengan
ekspansi bisnis, GMFI optimistis dapat kembali memperkuat kiprahnya di dunia.

Target pendapatan tersebut seiring dengan ekspektasi
peningkatan aktivitas penerbangan untuk group serta terus tumbuhnya perolehan
pendapatan dari perawatan pesawat Non-Group.

“Pelanggan kami dari non-group terus meningkat, terkhusus
maskapai penerbangan internasional, ini yang akan menjadi fokus kami ke depan”,
katanya.

Dalam waktu dekat, perseroan juga akan menambah kapasitas
operasional dengan menargetkan pengoptimalan hangar di Denpasar, Surabaya, dan
Pondok Cabe.

“Penambahan ini untuk mengakomodasi kenaikan order di
tahun ini mengingat kondisi utilitas hangar saat ini yang telah mencapai 100%,”
ujar Tazar.

Sepanjang 2019, kinerja perseroan mendapat tantangan dari
turunnya jam terbang pesawat domestik, termasuk yang dialami group sendiri,
Garuda dan Citilink.

“Faktor perubahan finansial juga menjadi salah satunya,
di mana tantangan yang dihadapi maskapai di seluruh penjuru dunia saat ini
berujung pada pelanggan yang mengalami kesulitan bayar, yang mana hal tersebut
juga berdampak bagi operasional GMFI,” ujar Tazar.

Selain itu, peningkatan proporsi bisnis mesin pesawat
yang bersifat material intensive dan technology intensive juga berkontribusi
terhadap kenaikan beban material dan subcontract.

Namun, di 2019 GMF berhasil menduduki posisi Top 9 Global
Airframe MRO yang dianugerahi oleh Aviation Week dengan survei terhadap jam
kerja, di mana GMF berhasil mencapai angka 3,2 juta manhour sold.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img