Rabu, April 22, 2026

Taspen Raup Laba Bersih Rp388,24 Miliar Sepanjang 2019

Must Read

Moneter.id – PT Taspen (Persero) membukukan laba bersih sebesar
Rp388,24 miliar selama 2019. Angka ini meningkat Rp116,69 miliar jika
dibandingkan dengan laba tahun 2018 sebesar Rp271,55 miliar atau naik sebesar
42,97% secara
year on year (yoy).

Kata Direktur Utama TASPEN, A.N.S. Kosasih, lonjakan laba
tersebut dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan premi sebesar Rp977 miliar
serta kenaikan pendapatan investasi sebesar Rp1,46 triliun, atau masing-masing
naik sebesar 12,08% dan 19,08% dibandingkan tahun 2018.

“Lonjakan laba Perseroan yang mencapai hampir 43%
tersebut menunjukkan efisiensi biaya yang sangat baik diterapkan TASPEN, yang
jauh lebih rendah dibandingkan expense ratio industri asurasi di Indonesia,”
ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, lonjakan kinerja tersebut merupakan buah dari
implementasi strategi dan kebijakan TASPEN dalam melakukan investasi secara
prudent, berhati-hati dan aman dengan memperhitungkan secara seksama tingkat
risiko yang diterima, kondisi pasar, likuiditas, imbal hasil yang optimal,
serta pencadangan yang konservatif untuk menjamin kesejahteraan peserta.

“Kenaikan laba yang signifikan ini juga mencerminkan
kemampuan TASPEN untuk beroperasi secara efisien dan efektif,”ujar Kosasih.

Selain itu, lanjut Kokasih, TASPEN membukukan total revenue sebesar Rp19,28 triliun di tahun
2019 melonjak sebesar Rp 2,75 triliun dibandingkan tahun 2018 yang mencatat
pendapatan total Rp 16,53 triliun atau terdongkrak 16,63% (yoy).

Kenaikan pendapatan ini jauh lebih besar daripada
kenaikan beban klaim sebesar Rp 12,35 triliun di tahun 2019 yang naik hanya
sebesar 12,27% (yoy) dibandingkan
beban klaim tahun 2018 sebesar Rp 11 triliun.

Kinerja positif TASPEN juga terlihat pada pertumbuhan
aset yang naik secara signifikan sebesar Rp31,38 triliun di mana pada tahun
2019 TASPEN membukukan nilai aset sebesar Rp263,25 triliun atau naik atau naik
sebesar Rp31,38 triliun atau 13,53% (yoy)
dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 231,87 triliun.

Sementara dari sisi ekuitas terjadi pertumbuhan sebesar
Rp1,7 triliun sepanjang tahun 2019, di mana TASPEN membukukan ekuitas sebesar
Rp11,4 triliun atau meningkat 17,52% (yoy)
dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp9,7 triliun.

“Total liabilitas pada tahun 2019 tercatat Rp251,84
triliun, yang sebagian besar terdiri atas Dana Akumulasi Iuran Pensiun PNS
Rp151,40 triliun serta Liabilitas kepada Peserta dan Cadangan Teknis sebesar
Rp99,48 triliun,” ucap Kokasih.

Seperti diketahui, pada tahun 2018 angka liabilitas
kepada Peserta dan Cadangan Teknis yang dicatat TASPEN sebesar Rp93,96 triliun.
Hal itu berarti dengan lonjakan pendapatan yang ada TASPEN mencatatkan kenaikan
liabilitas kepada Peserta dan Cadangan Teknis sebesar Rp5,52 triliun atau ekuivalen
dengan kenaikan sebesar 5,9%.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kolaborasi Desain Dorong Nilai Tambah Industri Kreatif, Fio dan MASSHIRO&Co Rilis Edisi Terbatas

Kolaborasi lintas sektor kembali menjadi strategi untuk menciptakan nilai tambah di industri kreatif. Kali ini, brand karpet Fio menggandeng...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img