Moneter.co.id – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik, pada bulan April kota Medan menunjukkan deflasi diangka 0,53 Persen. Ini menunjukkan bahwa harga berbagai komoditas secara umum mengalami penurunan. Demikian disampaikan Kepala BPS Sumatera Utara (Sumut) Syech Suhaimi, Selasa (2/5).
Menurutnya, deflasi terjadi disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,09 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau deflasi 0,25 persen dan kelompok transportasi komunikasi serta jasa keuangan deflasi sebesar 0,12 persen.
Selanjutnya untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 1,04 persen, kelompok sandang inflasi sebesar 0,17 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,52 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,05 persen.
"Pada bulan April kelompok pengeluaran memberikan andil terhadap inflasi dan deflasi," kata Suhaimi.
Ia menjelaskan, untuk kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi/deflasi diantaranya bahan makanan -0,74 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau -0,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,24 persen, sandang 0,01 persen, kesehatan 0,02 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,02 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,00 persen.
"Sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga pada April antara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, gula pasir, angkutan udara, cabai rawit, dan bayam," tutup Suhaimi.
Rep.Hap




